//(值得)被差遣到神的工作里 – (Worthy to Be) In His Mission

(值得)被差遣到神的工作里 – (Worthy to Be) In His Mission

Looking back to the first time we met Jesus a while ago, – this may be a long while or a short while, of course – we each have our own memory of how glorious, loving, and merciful He had been to us and to our situation then. Whatever our personal context was at that time, we knew we were called to be His own. However, did we (even, do we) realize what being His own means?

如果我们还记起第一次见到耶稣,无论是很久以前还是最近一次,我们每个人当然都会怀念主耶稣对我们是何等的荣耀,爱心和友善。 我们处境的背景不同,但是我们都知道我们被称为属于他。 但是,我们是否意识到属于主耶稣意味着什么?

Kalau kita mengingat-ingat saat pertama kali kita berjumpa dengan Yesus dahulu, entah sudah lama / baru-baru ini saja, tentu kita masing-masing punya kenangan tentang betapa Tuhan Yesus itu mulia, penuh kasih sayang, & baik kepada kita. Konteks situasi kita pasti berbeda-beda, tetapi kita semua tahu bahwa kita saat itu dipanggil untuk menjadi milik-Nya. Namun, sadarkah kita apa artinya menjadi milik Tuhan Yesus?

 

A long, long while ago, a man called Isaiah had a similar experience. He was called by God. The journey of his calling in the ancient time really is a lesson to learn for us in this present time.

从前,一个名叫以赛亚的人有与神相遇的经历。 他也被称为属于神的人。 过去他的蒙召的经历对我们这当下的人们来说也是一个重要的教训。

Dahulu kala, seorang pria bernama Yesaya punya pengalaman berjumpa dengan Tuhan. Dia juga dipanggil menjadi milik Tuhan. Perjalanan panggilannya di masa lalu itu ternyata bisa menjadi pelajaran penting bagi kita yang hidup di masa sekarang.

 

In the year that King Uzziah died, I saw [in a vision] the Lord sitting on a throne, high and exalted, with the train of His royal robe filling the [most holy part of the] temple. Above Him seraphim (heavenly beings) stood; each one had six wings: with two wings he covered his face, with two wings he covered his feet, and with two wings he flew. And one called out to another, saying, “Holy, Holy, Holy is the Lord of hosts; The whole earth is filled with His glory.” And the foundations of the thresholds trembled at the voice of him who called out, and the temple was filling with smoke. 

Then I said, “Woe is me! For I am ruined, because I am a man of [ceremonially] unclean lips, and I live among a people of unclean lips; for my eyes have seen the King, the Lord of hosts.”

Then one of the seraphim flew to me with a burning coal in his hand, which he had taken from the altar with tongs. He touched my mouth with it and said, “Listen carefully, this has touched your lips; your wickedness [your sin, your injustice, your wrongdoing] is taken away and your sin atoned for and forgiven.”

Then I heard the voice of the Lord, saying, “Whom shall I send, and who will go for Us?” Then I said, “Here am I. Send me!” 

(Isaiah 6:1-8, AMP)

当乌西雅王崩的那年,我见主坐在高高的宝座上。他的衣裳垂下,遮满圣殿。 其上有撒拉弗侍立,各有六个翅膀:用两个翅膀遮脸,两个翅膀遮脚,两个翅膀飞翔;彼此呼喊说: 圣哉!圣哉!圣哉!万军之耶和华;他的荣光充满全地! 因呼喊者的声音,门槛的根基震动,殿充满了烟云。 那时我说:”祸哉!我灭亡了!因为我是嘴唇不洁的人,又住在嘴唇不洁的民中,又因我眼见大君王万军之耶和华。” 有一撒拉弗飞到我跟前,手里拿著红炭,是用火剪从坛上取下来的, 将炭沾我的口,说:

”看哪,这炭沾了你的嘴,你的罪孽便除掉,你的罪恶就赦免了。” 我又听见主的声音说:”我可以差遣谁呢?谁肯为我们去呢?”我说:”我在这里,请差遣我!」”(赛6:1-8)

Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah Tuhan semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!” M aka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itu pun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni Tuhan semesta alam.” Tetapi seorang daripada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.” Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”  (Yesaya 6:1-8)

 

Isaiah was a Jewish man. Naturally, he had been taught to have faith in the Almighty God, Yahweh. Like most Jewish children at that time, through a childhood of learning of God and knowing God, Isaiah believed he was meant to be God’s own; and he then grew up to be His servant. The passage we just read shows us his personal calling to embark on God’s mission – to be sent as His missionary.

以赛亚是犹太人。 像大多数犹太人一样,从小就被教导要相信独一的神,其名字叫耶和华。 以赛亚的童年充满了对神的了解和对神认识的学习。 当然,以赛亚相信他是神的子民。 甚至于实际上,他最终长大后成为上帝的仆人。 我们刚刚读到的经文是他亲自被呼召成为神的使者的经历。

Yesaya adalah orang Yahudi. Seperti kebanyakan orang Yahudi pada umumnya, sejak kecil dia sudah diajar untuk beriman kepada Tuhan Allah yang Esa, yang Namanya YHWH (Yahweh). Masa kecil Yesaya diisi dengan belajar tentang Tuhan Allah dan belajar mengenal Tuhan Allah itu. Tentu, Yesaya percaya bahwa dirinya adalah umat milik Tuhan Allah. Bahkan, ia akhirnya tumbuh dewasa menjadi hamba Tuhan Allah. Ayat-ayat yang baru saja kita baca adalah penngalamannya mendapat panggilan secara pribadi untuk menjadi utusan Tuhan Allah.

 

In short, Isaiah saw God in all His glory in a vision, and this vision made him realize his own flaws and sins. Sorrowfully, he wept and confessed his condition before God and as he did, he received God’s sanctifying flame. God’s angels touched him with a burning coal and cleansed him from all his impurities. Isaiah’s wickedness was taken away and he now was ready to confidently join God’s cause and God’s mission. When God asked who was ready to be sent, Isaiah quickly answered, “Here I am. Send me.” Now, obviously Isaiah would not dare to speak such an answer without the sanctification. He only said he was ready to be sent because he knew he had been atoned and made worthy.

简而言之,以赛亚看到了神的荣耀,并意识到了自己的罪过。 他在神面前感叹并承认了这种状况,然后得到了神的净化。 耶和华的使者以灰尽的圣火触碰了以赛亚唇上,从而洗净了以赛亚一切的罪恶。 以赛亚所有的污秽都被洗净了,他的罪孽得到了赦免,因此以赛亚现在已准备好成为上帝的使者。 当上帝问谁准备好被派去做他的工作时,以赛亚立即回答:“我在这里,请差遣我!” 如果以赛亚没有被圣洁,他就不敢这样回答。 他敢说自己已准备好被差遣,因为他已经被宽恕并成圣了,所以他配得成为上帝的使者。

Singkatnya, Yesaya melihat Tuhan dalam kemuliaan-Nya dan menjadi sadar akan dosa-dosanya sendiri. Dia meratap dan mengakui kondisinya ini di hadapan Tuhan, lalu menerima penyucian dari Tuhan. Malaikat Tuhan menyentuhkan bara api yang kudus ke bibir Yesaya dan dengan demikian membersihkan Yesaya dari segala dosa dan kejahatan. Seluruh kenajisan Yesaya dihapuskan dan dosanya diampuni, sehingga Yesaya sekarang siap men-jadi utusan Tuhan. Saat Tuhan bertanya siapa yang siap diutus untuk pekerjaan-Nya, Yesaya pun langsung menja-wab, “Ini aku, utuslah aku!” Yesaya tidak mungkin berani menjawab seperti ini kalau dia belum dikuduskan. Dia berani menyatakan siap diutus karena sudah diampuni &  dikuduskan, sehingga dirinya layak sebagai utusan Tuhan.

 

 

In reflection, Isaiah’s experience is our journey as Christians. Like Isaiah, we are called to reach the world. We have received God’s calling to be the disciples of Christ and to go make more and more disciples. Like Isaiah, we too are sent to this world. Our world, at least. Like Isaiah, we are also invited to embark in God’s mission, to be sent as missionaries in each of our own context today. And really, we are already in this mission of God’s. This is what being God’s own means.

实际上,以赛亚的经历与我们的基督徒的路程相似。 像以赛亚一样,我们被要求去获得与世界。 我们已经接受了神的呼召,要成为基督的门徒,也要使许多基督的门徒。 像以赛亚一样,我们也被差遣到世界,至少在我们各自圈子里的世界。 像以赛亚一样,我们也被邀请参与神的工作,成为当今我们各自个领域的使者。 事实上,我们已经被派遣去,并正在神的工作中有份。 这就是属于主耶稣的意思。

Sebenarnya, pengalaman Yesaya ini mirip dengan perjalanan kekristenan kita. Seperti Yesaya, kita sudah dipanggil untuk menjangkau dunia. Kita telah menerima panggilan Tuhan untuk menjadi murid Kristus dan menjadikan banyak orang murid Kristus juga. Seperti Yesaya, kita juga diutus ke dunia, setidaknya dunia di lingkungan kita masing-masing. Seperti Yesaya, kita pun diajak untuk terlibat dalam pekerjaan Tuhan, menjadi utusan di bidang kita masing-masing saat ini. Bahkan, kita sudah diutus dan berada dalam tugas pekerjaan Tuhan. Inilah artinya menjadi milik Tuhan Yesus.

 


At some point of our lives, we each have seen the glory of God and His holiness has made us realize our own flaws and sins. We have learned the remorse of this realization and we have bowed down in fear asking Him to cleanse us of our sins, make us new. The work of Christ on the cross has atoned our sins and because of it we have been made worthy for His cause and His mission. Sanctification. But sanctification comes both before sending and is an ongoing process in our whole lives. We are never going to be worthy and good for God’s cause and mission for this world if we skip sanctification. Jesus taught us to live by God’s Word, and God’s Word is never meant to correct us just once and for all when we first knew Him. We are called to be ever sanctified, and without this, instead of ready for God’s mission for the world, we are just the same as the world: in desperate need for God’s atonement and saving work.

在我们生活的某个时刻,我们已经看到了神的荣耀和圣洁使我们意识到了自己的罪过。我们为那罪感到懊悔,我们愿意,被清洗和更新。基督在十字架上的所成就之工已经宽恕了我们的罪孽,救赎了我们,并使特续不断我们配得被送到祂的工作中去。这是清洁或成圣的过程。成圣的过程必须在我们被遣送之前发生,甚至一生。如果我们不想成圣,我们将永远不值得成为做神工作的使者。耶稣还教导我们要按照神的圣言生活,而当我们初次认识神时,神的圣言并不是要听从一次。我们被要求生活在一个持续的成圣过程中。没有这个过程,我们就不准备被派遣去从事神在地上的工作。相反,我们将变得像世界一样,需要从罪恶中被洁净。

Pada suatu titik di dalam hidup kita, kita telah melihat kemuliaan Tuhan dan kekudusan-Nya telah membuat kita sadar akan dosa-dosa kita sendiri. Kita telah merasakan penyesalan akan dosa itu dan kita telah menyerahkan diri kita untuk dibersihkan serta dijadikan baru. Karya Kristus di salib telah mengampuni dosa kita, menebus kita, dan menjadikan kita layak diutus untuk pekerjaan-Nya. Inilah proses penyucian atau pengudusan itu. Proses pengudusan harus terjadi sebelum kita diutus, bahkan juga terus-menerus di sepanjang hidup kita. Kita tidak akan pernah layak menjadi utusan untuk pekerjaan Tuhan kalau kita tidak mau dikuduskan. Yesus pun mengajar kita untuk hidup menurut Firman Allah, dan Firman Allah tidak dimaksudkan untuk ditaati sekali saja waktu kita pertama kali mengenal Dia. Kita dipanggil untuk hidup dalam proses penngudusan yang terus-menerus. Tanpa proses ini, kita tidak akan siap diutus untuk pekerjaan Tuhan di dunia; justru kita akan menjadi sama seperti dunia dan butuh dibersihkan dari dosa.

 

 

While we reach to our world today, however in dire need they all are, let us be continually sanctified. It may hurt and it may burn, because it does strip away the familiar “comfort” of our flaws and sins and old self, but it is the only way we can be His effective agents. Let us put our whole selves before God’s presence all the time, so that we are always sanctified and ready for Him to send us. Every single day. We are already in His mission, after all. Make sure that we are worthy for it.

今天,在我们分别作为上帝使者在我们世界上的工作的使者职责中,确保我们不断成圣。 圣洁常常使人感到不舒服,甚至痛苦,因为我们舒舒服的罪或不符合神旨意的习惯和被消除了。 但是,只有我们成圣后,我们才能成为有价值和成功的使者。 让我们继续生活在神面前,随时向神投降服,这样我们就永远圣洁,并随时为祂的使命做好准备被差遣。 神的工作已经交托给我们,我们作为祂的使者尽责。

Saat ini, dalam tanggung jawab kita masing-masing sebagai utusan Tuhan untuk pekerjaan-Nya di dunia kita, pastikan bahwa kita tetap terus-menerus dikuduskan. Dikuduskan memang sering terasa tidak enak, bahkan menyakitkan, karena kebiasaan dan kenyamanan kita yang berdosa atau yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan disingkirkan. Namun, kita hanya bisa menjadi utusan yang layak dan yang berhasil kalau kita dikuduskan. Mari terus hidup di hadapan Tuhan dan menyerahkan diri kepada-Nya setiap saat, supaya kita selalu dikuduskan dan selalu siap untuk pengutusan-Nya. Pekerjaan Tuhan itu sudah dipercayakan kepada kita, dan kita bertanggung jawab sebagai utusan-Nya. 

2020-10-29T13:19:24+07:00