01/04/19

Senin, 1/4/2019

  • Bacaan: 2 Samuel 4-6; 1 Yohanes 1-2
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PB: 1 Yohanes 1:5-10

  1. Mengapa Allah disebut terang? (ay. 5)
  2. Bagaimana seharusnya hidup kita di dalam terang? (ay. 6-7)
  3. Apa yang kita terima dari Allah jika kita mengaku dosa kita? (ay. 8-10)

 

Renungan:

Menurut Alkitab Kabar Baik versi Bahasa Indonesia Sehari-hari (BIS, terbitan LAI 1996) Surat Yohanes yang pertama ditulis dengan dua maksud. Pertama, untuk memberi dorongan kepada para pembaca agar hidup bersama dengan Allah dan Anak-Nya, Yesus Kristus. Kedua, mengingatkan mereka supaya tidak mengikuti ajaran-ajaran salah yang dapat merusak kesatuan mereka dengan Allah dan Yesus Kristus. Ajaran yang salah itu didasarkan atas kepercayaan bahwa apa saja yang bersentuhan dengan dunia menghasilkan hal jahat. Oleh karena itu, Anak Allah tidak mungkin menjadi manusia dalam Yesus. Itulah sebabnya, penulis menegaskan bahwa Yesus Kristus benar-benar menjadi manusia dan diam di antara manusia. Dengan demikian, barang siapa yang percaya kepada Yesus menerima pengampunan dosa; orang yang hidup dalam dosa pasti hidup dalam kegelapan, sebaliknya, orang yang hidup dalam kebenaran berada di dalam terang. Allah adalah terang, sehingga kita yang hidup di dalam Dia berada dalam terang. Jika kita hidup dalam terang, kita harus mengaku dosa. Allah itu setia dan adil, sehingga Ia mengampuni dosa kita. Sudahkah kita hidup dalam terang?

2019-10-12T09:44:16+07:00