01/05/19

Rabu, 1/5/2019

  • Bacaan: 1 Tawarikh 23-25; Markus 3-4
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

Pendalaman PL: 1 Tawarikh 25:1-7

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini di hadirat Tuhan!
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi). Pelajari dan catatlah hal-hal yang didapatkan dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah hasil perenungan pribadi Anda hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4 yang akan Anda lakukan.

 

Renungan PL:

Dalam renungan hari ini, kita melihat Perjanjian Lama tercermin dalam Perjanjian Baru: “Daud dan para panglima menunjuk anak-anak Asaf, anak-anak Heman dan anak-anak Yedutun. Mereka bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus dan ceracap.” … dan Paulus menuliskan penjelasannya, “Jadi bagaimana sekarang, saudara-saudara? Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun,” (1 Kor. 14:26). Tim pujian dan penyembahan serta dinamika saling melayani dalam jemaat bukan hanya milik kita di masa kini atau orang Kristen zaman Perjanjian Baru. Raja Daud pun memilikinya. Di Perjanjian Lama, anak-anak Heman, pelihat raja, berfungsi menurut janji Allah untuk meninggikan tanduk kekuatan-Nya. Kita yang hidup dalam zaman anugerah pun sudah seharusnya senantiasa memuji dan menyembah Tuhan serta saling melayani.

2019-10-12T09:34:39+07:00