//01/02/14 – Ibadah yang Sejati

01/02/14 – Ibadah yang Sejati

Sabtu, 01/02/2014

IBADAH YANG SEJATI

Bacaan Firman
Bacalah Roma 12:1-4 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apakah ibadah sejati itu? Mengapa ibadah sejati adalah mempersembahkan tubuh?
(Ayat 1).
2. Apa yang harus kita lakukan dalam ibadah? (Ayat 2). Bagaimanakah seorang harus berpikir dalam kaitan dengan ibadah? (Ayat 3-4).

Kita semua adalah imam-imam yang apostolik. Imam yang dipanggil dan diutus untuk membangun rumah Tuhan. Imam-imam disebut sebagai tukang-tukang bangunan (1 Petrus 2:5-10). Jadi, apapun yang dilakukan oleh seorang imam, selalu berkaitan dengan tindakan membangun rumah Tuhan. Imam “diutus untuk membangun rumah Tuhan” dan mereka “membangun rumah Tuhan untuk mengutus lagi.” Bagaimanakah caranya seorang imam membangun rumah Tuhan? Bukan dengan kekuatannya sendiri, melainkan dengan kemampuan yang dari Allah. Kemampuan itu diperolehnya dengan melakukan ibadah di hadapan Tuhan. Kata ibadah di dalam Roma 12:1 adalah kata yang menunjukkan konsep yang sama dengan ibadah imam-imam Lewi di dalam Perjanjian Lama. Setiap imam selalu melayani dengan cara beribadah (Ibrani 9:6). Kata ibadah di dalam Perjanjian Lama berasal dari akar kata “abad”, yang mempunyai arti: melayani, menyembah, tunduk, menaklukan diri atau bekerja. Jadi, tanpa beribadah, maka seorang imam tidak mampu membangun rumah Tuhan. Imam yang apostolik dimulai dari ibadah yang sejati. Inilah contohnya. Ada anggota komsel yang bersaksi bahwa, “Setelah anggota komsel rajin mempraktekan ibadah sejati (Roma 12:1), maka hampir semua anggota komsel semakin bergairah untuk saling membangun di dalam komsel. Kini, mereka lebih bergairah untuk mengasihi jiwa-jiwa daripada sebelumnya. Akibatnya, terjadi penambahan jiwa baru terus-menerus melalui penginjilan. Sekarang, komsel ini mempunyai kurang lebih dua puluh anggota.”

Praktek
1. Praktekkanlah ibadah yang sejati dengan mempersembahkan (menaklukkan) hati (roh), jiwa, akal budi, dan segenap tubuh kepada Allah. Alamilah perjumpaan yang intim dengan Tuhan.
2. Menanam firman di hati: Roma 12:1-2

2014-01-21T03:32:56+07:00