//01/09/13 – Iman menurut Melkisedek

01/09/13 – Iman menurut Melkisedek

Minggu, 01 September 2013

IMAM MENURUT MELKISEDEK

Bacaan Firman
Bacalah kitab Ibrani 7:1-22 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
Hari ini, mari kita merenungkan firman Tuhan, sambil belajar menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Catatlah jawaban Anda dalam buku agar Anda mengerti kehendak Tuhan. Dalam renungan Saat Teduh hari ini, firman Tuhan mengajarkan bahwa kita tidak lagi menjadi imam menurut Hukum Taurat dalam Imamat Lewi, sebab kita sudah menjadi bagian dari Imamat Rajani yang sangat berkuasa. Hukum Taurat dalam Imamat Lewi melarang Yesus menjadi Imam, karena Ia bukan berasal dari Suku Lewi. Kita juga bukan berasal dari Suku Lewi, tapi karena Tuhan Yesus, maka sekarang kita menjadi raja-raja dan imam-imam (1 Petrus 2:9).

1. Mengapa Hukum Taurat tidak berkuasa? Apa sebabnya Yesus lebih berkuasa daripada imam-imam Suku Lewi?
2. Siapa sebenarnya Melkisedek? Menurut Kejadian 14:17-20, Melkisedek telah meneguhkan Perjanjian Kekal kepada Abraham.
3. Apa hubungan persepuluhan dengan pelayanan imam? Apakah persepuluhan dimulai dengan Perjanjian Kekal (Abraham) atau Perjanjian Hukum Taurat (Musa)? Apakah kita memberi persepuluhan karena “perintah” atau karena “iman”?
4. Mengapa Melkisedek disebut lebih besar dari pada Abraham? (Ibrani 7:7). Mengapa orang-orang Lewi juga sudah membayar perpuluhan kepada Melkisedek?
5. Apakah makna nama Melkisedek (Ibrani 7:1-3) dan apa hubungannya dengan makna nama dan karya Yesus? Peraturan yang mana akan membawa kita semua kepada kemenangan dan kesempurnaan? (Ibrani 7:18-19).

Praktek
Renungkan gaya hidup Anda: Apakah Anda hidup menurut Hukum Taurat (Perjanjian Musa) atau menurut kasih karunia dan iman (Perjanjian Abraham)? Ambilah keputusan untuk tidak lagi terikat oleh Hukum Taurat, tetapi berjalan dengan iman. Temukan satu hal dalam hidup Anda yang perlu berubah agar menjadi seorang imam. Bawalah masalah itu kepada Tuhan dan bertindak dengan iman-bertekunlah sampai Anda menang! Jadilah imam bagi orang lain. Ingat, setelah membawa mereka kepada Tuhan (dalam doa), maka Anda akan bisa membawa Tuhan kepada orang itu.

2019-10-01T18:54:35+07:00