//02/03/18 – Ajaran sesat di Efesus (1)

02/03/18 – Ajaran sesat di Efesus (1)

Jumat, 2/3/2018

AJARAN SESAT DI EFESUS (1)

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus
1 Timotius 1:3-7

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
1. Apakah tujuan utama Paulus meninggalkan Timotius di Efesus? (ay. 3-4)
2. Apakah dasar dari nasihat yang benar? Mengapa orang Kristen di Efesus mengabaikan tujuan nasihat itu? Apa yang terjadi sebagai akibat diabaikannya nasihat Paulus? (ay. 5-6)
3. Apakah yang terjadi ketika orang tidak mendasarkan nasihat pada kasih? (ay. 7)

Pengajaran
Sebagai bapa rohani yang sah, Paulus mengajar Timotius untuk hidup dengan cara yang sama seperti dirinya. Timotius juga harus memberikan nasihat yang lahir dari kasih yang murni dan tulus ikhlas seperti dirinya. Mengapa? Paulus menulis, “Memang aku telah meminta Titus untuk pergi dan bersama-sama dengan dia aku mengutus saudara yang lain itu. Adakah Titus mengambil untung dari pada kamu? Tidakkah kami berdua hidup menurut roh yang sama dan tidakkah kami berlaku menurut cara yang sama? (2 Kor 12:18). Karena Timotius lulus ujian, Paulus bisa meninggalkan dia dalam perjalanan pelayanan. Tujuan Paulus mendesak Timotius untuk tinggal di Efesus adalah agar ia menasihati orang-orang tertentu supaya mereka tidak mengajarkan ajaran lain (ajaran sesat). Paulus melihat bahwa orang-orang Efesus menyeleweng dari kebenaran dan sibuk mengajarkan dongeng dan silsilah. Mereka tidak mengajarkan tertib hidup yang benar tentang keselamatan dalam iman. Mereka sesat. Mereka tidak memberikan nasihat yang berasal dari kasih yang timbul dari hati yang suci dan murni. Demikian pula, kita pun harus memeriksa hati kita sendiri terhadap pengajaran yang kita dengar. Jika ternyata hati kita telah menyimpang, hati kita harus segera diluruskan.

2018-02-21T07:36:23+07:00