//02/08/13 – Mengerti Kehendak Tuhan

02/08/13 – Mengerti Kehendak Tuhan

Jumat, 02 Agustus 2013

MENGERTI KEHENDAK TUHAN

Bacaan Firman
Bacalah II Petrus 3:1-16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa kehendak Tuhan bagi manusia (ayat 9)?
2. Mengapa Tuhan tetap sabar terhadap manusia (ayat 15)?

Pernahkah Anda mendengar kata-kata keluhan atau kata-kata ejekan tentang Tuhan, “Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan?” Malukah Anda ketika mendengar kata-kata tersebut, atau Anda berusaha membela kehormatan Tuhan? Jika Anda berusaha membela diri, maka melalui renungan Saat Teduh hari ini, biarlah kita mengerti apa kehendak Tuhan atas manusia. Rasul Petrus berkata bahwa, “Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat,” (ayat 9). Petrus menghidupkan pengertian yang murni tentang kehendak Allah, yaitu pertobatan manusia. Mengapa manusia harus bertobat? Karena kejahatan manusia dimulai dari hati yang berdosa. Yesus berkata, “Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang,” (Markus 7:21-23). Oleh karena itu, Petrus sebagai seorang rasul menjelaskan kepada kita, “Kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia. Anggaplah kesabaran Tuhan kita sebagai kesempatan bagimu untuk beroleh selamat, seperti juga Paulus, saudara kita yang kekasih, telah menulis kepadamu menurut hikmat yang dikaruniakan kepadanya,” (ayat 15). Kesabaran Tuhanlah yang menuntun Paulus kepada pertobatan. Jika Tuhan sabar terhadap Paulus sampai ia bertobat, maka kita juga bisa mengalami hal yang sama. Jadi, pergunakanlah kesabaran Tuhan sebagai kesempatan bagi kita untuk hidup dengan benar di mata Tuhan.

Praktek
Pencerahan apa yang Anda dapatkan dari Saat Teduh hari ini? Buatlah komitmen bersama Tuhan.

2019-10-11T05:46:06+07:00