//03/02/13 – Hati baru, ucapan baru

03/02/13 – Hati baru, ucapan baru

Minggu, 03/02/2013

HATI BARU, UCAPAN BARU

Bacaan Firman
Bacalah Lukas 6:43-45 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Bacalah ayat 43-45a dan berikanlah pendapat Anda tentang kondisi hati Manusia?
2. Bagaimanakah caranya kita mengenal isi hati seseorang? (ayat 45c).

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang perkataannya membuat Anda gelisah dan merasa tertekan? Pernahkah perkataan seseorang membuat Anda kehilangan damai sejahtera dan sukacita? Pernahkah Anda membutuhkan kasih karunia Allah hanya untuk mendengar perkataan seseorang? Atau pernahkah Anda bertemu dengan seseorang yang perkataannya membuat Anda penuh semangat, penuh sukacita, bahkan mendapatkan harapan baru? Atau perkataan orang tersebut mengobarkan semangat Anda yang sudah pudar? Apa bedanya? Lukas menulis jawabannya, lewat kata-kata Yesus, “Karena tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik, dan juga tidak ada pohon yang tidak baik yang menghasilkan buah yang baik. Sebab setiap pohon dikenal pada buahnya. Karena dari semak duri orang tidak memetik buah ara dan dari duri-duri tidak memetik buah anggur. Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya,”(ayat 43-45). Ternyata, sumbernya adalah hati manusia. Jika hati seseorang baik, perkataan yang diucapkannya juga baik. Tetapi, jika hatinya jahat, maka perkataannya juga jahat. Oleh karena itu, seseorang yang memiliki hati yang baru akan mengucapkan hal-hal baru yang menyejukkan pendengarnya. Perkataan yang baik mendatangkan kasih karunia pendengarnya. Itulah sebabnya, kita harus membiarkan hati kita diperbaharui oleh Kristus terus-menerus. Sebab hati yang baru akan mengalir perkataan-perkataan yang membangun, menghibur dan menguatkan serta membangkitkan semangat pendengar. Mari, jadilah pribadi yang memberi semangat kepada para pendengar kita. Perkataan kita membuat orang lain menemukan kasih karunia Allah atas hidupnya.

Praktek
Evaluasilah perkataan Anda : apakah perkataan Anda membangkitkan semangat bagi orang lain atau justru membuat orang lain mundur dari Tuhan? Bagikan pengalaman Anda di komsel.

2013-01-24T03:28:32+00:00