//03/06/13 – Hidup sebagai anak-anak terang

03/06/13 – Hidup sebagai anak-anak terang

Senin, 03/06/2013

HIDUP SEBAGAI ANAK-ANAK TERANG

Bacaan Firman :
Bacalah Efesus 5:1-21 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Mengapa kita harus hidup sebagai anak-anak terang? (ayat 8). 
2. Mengapa kita harus bangun dari “tidur” kita?(ayat 14).

Antusiaskah Anda untuk hidup sebagai anak-anak terang? Dalam renungan Saat Teduh  kemarin, firman Tuhan memberikan semangat baru kepada kita untuk memiliki roh yang menyala-nyala dan terus-menerus melayani. Sebab, jika roh kita tidak menyala-nyala untuk melayani Tuhan,  kasih kita kepada Tuhan pasti padam, sehingga kita kembali menjalani kehidupan dalam dosa. Mengapa? Karena firman Tuhan yang kita baca hari ini memberikan peringatan, “Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan,”(ayat 8a). Karena kita sudah hidup dalam terang, maka kita tidak boleh membiarkan diri kita disesatkan oleh orang-orang dengan kata-kata hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Bahkan dipertegas, “Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan disebut saja pun jangan di antara kamu, sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus. Demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau yang sembrono — karena hal-hal ini tidak pantas — tetapi sebaliknya ucapkanlah syukur. Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah,”(ayat 3-5). Ini berarti, jika kita tidak antusias untuk hidup sebagai anak-anak terang, maka kita berada di dalam bahaya. Oleh karena itu, kita harus menjalani hidup benar sebagai anak-anak terang. Bagaimana caranya? Dikatakan, “Jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih dan hiduplah di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai persembahan dan korban yang harum bagi Allah,”(ayat 1-2). Jadi, jika kita masih melakukan dosa, kita dianggap sebagai orang yang sedang tidur. Karena ditegaskan, “Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.” Rindukah Anda untuk melihat kemuliaan Kristus bercahaya atas diri Anda? Hiduplah sebagai anak-anak terang.

Praktek
Evaluasi perkataan yang Anda ucapkan beberapa saat terakhir ini: apakah Anda suka berkata-kata kotor? Mengapa? Apa komitmen Anda untuk dilakukan?

2013-05-28T07:23:47+07:00