//03/10/13 – Pengamatan tubuh dalam tubuh Kristus

03/10/13 – Pengamatan tubuh dalam tubuh Kristus

Kamis, 03 Oktober 2013

PENGAMATAN TUBUH DALAM TUBUH KRISTUS

Bacaan Firman
Bacalah Roma 12:1-5 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa nasihat Paulus tentang tubuh (ayat 1)? Apa yang harus dilakukan dengan pikiran (ayat 2)?
2. Apa nasihat Paulus mengenai pemikiran kita (ayat 3)? Mengapa (ayat 4-5)?

Hari ini, kita belajar tentang pengamatan tubuh atau body observation. Banyak pengajaran di dunia Barat, yang mengajarkan pembaharuan pikiran dalam ayat 2 tanpa mempraktekkan ayat 1. Akibatnya, mereka tidak mengalami pembaharuan pikiran. Suara Tuhan paling efektif ditemukan ketika kita mengamati tubuh. Pikiran kita tidak dapat berdiri sendiri secara independen, sebab kita diciptakan oleh Allah menjadi anggota tubuh Kristus. Kita adalah anggota seorang akan yang lain. Contoh: Suatu hari, Roger, seorang dokter anak diminta menemui konselornya. Sejak anak mereka berumur 2 tahun, Roger emosi dan marah-marah pada anak tanpa bisa dikendalikan. Sang konselor menanyakan problem emosi di masa lalu dan Roger merasa tidak punya problem emosi. Ia bahagia dengan istri dan bergabung di gereja lokal yang khotbah-khotbahnya memuaskan intelektualnya. Konselor menanyakan masa kecil, tapi ia tidak bisa mengingat peristiwa yang terjadi pada usia di bawah 7 tahun. Konselor membimbing dia untuk melakukan body observation, yakni duduk diam dan mengamati tubuh dengan imajinasi. Dimulai dari kepala, leher, punggung dan terus ke bawah. Tiba-tiba Roger mengerang kesakitan ketika tiba di bagian dada. Ia berkata, “Ak.. aku melihat sesuatu, yang sudah bertahun-tahun aku lupakan.” Roger melihat bahwa ia berdiri di depan rumah di pinggir jalan yang ramai. Ibu dan adiknya yang berumur 2 tahun ada di sana. Tiba-tiba, sang adik berlari ke tengah jalan sehingga ditabrak oleh mobil sampai meninggal. Tiba-tiba Roger menangis melihat hal itu. Tak seorangpun yang menjelaskan peristiwa itu kepadanya. Tetapi melalui body observation, ia mengerti alasan mengapa ia emosi pada anaknya berumur 2 tahun. Sebenarnya ia tidak mau marah, namun pikiran (memori) bawah sadarnya telah terpicu oleh anaknya. Akhirnya, Roger dipulihkan. Saat melakukan body scanning yang dibantu oleh orang yang mengasihi kita, kita menemukan pikiran-pikiran bawah sadar kita. Rindukah Anda untuk dipulihkan lewat proses ini?

Renungan Firman
Praktekkan body observation di komsel / pemuridan one on one, untuk menemukan gagasan / gambar yang salah, yang telah tertanam dalam hidup kita.

2013-09-26T02:39:25+07:00