//03/11/12 – Berani menolak dosa, berarti siap menerima resiko

03/11/12 – Berani menolak dosa, berarti siap menerima resiko

Sabtu, 03/11/2012

BERANI MENOLAK DOSA, BERARTI SIAP MENERIMA RESIKO

Bacaan Firman
Bacalah Kejadian 39:1-23 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Apa perkataan Yusuf ketika ia berani menolak dosa? (ayat 6-9)?
2. Resiko apa yang dialami oleh Yusuf karena berani menolak isteri Potifar untuk berzinah?

Keberanian adalah satu kata yang penuh kuasa, tetapi yang sukar ditemukan pada saat-saat yang sukar seperti ini. Mengapa? Karena keberanian bisa mendatangkan resiko bagi seseorang yang mempraktekkannya. Bila kita berani berdiri di atas kebenaran firman Tuhan, maka banyak resiko yang harus kita hadapi dengan pilihan yang kita buat tersebut. Dalam Firman Tuhan hari ini, kita melihat keberanian seorang Yusuf untuk menolak dosa, sehingga ia harus menanggung akibat dari penolakan tersebut. Pada saat-saat yang menentukan di dalam hidup kita, hanya keberanian yang kita butuhkan untuk menyelamatkan kita dari jurang kehancuran yang amat dalam. Dosa mengintip kita dari segala jurusan dan siap untuk menerkam kita, seperti yang dikatakan oleh Petrus, “Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama,”(I Petrus 5:8-9). Jika kita tidak waspada, maka kita akan diterkam oleh di iblis. Namun, kita melihat bahwa Yusuf yang memiliki keberanian untuk hidup kudus, ia menolak dosa yang berusaha mengintimidasi hidupnya. Keputusan Yusuf mendatangkan resiko yang besar, yakni ia harus dimasukkan ke dalam penjara. Tetapi satu hal yang menggembirakan adalah keterangan yang selanjutnya tentang Yusuf. Dikatakan, “Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. Sebab itu kepala penjara mempercayakan semua tahanan dalam penjara itu kepada Yusuf, dan segala pekerjaan yang harus dilakukan di situ, dialah yang mengurusnya. Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil,”(Kejadian 39:21-23). Luar biasa. Tuhan menyertai orang yang berani melawan dosa walaupun harus menghadapi resiko. Jika Tuhan menyertai Yusuf, maka Ia juga pasti menyertai kita yang percaya kepada Dia. Mari, milikilah keberanian untuk menolak dosa.

Praktek
Berani berdiri untuk suatu kebenaran sangat mahal harganya, namun Tuhan pasti menyertai orang-orang yang mau hidup dalam standar Allah, sudahkah kita juga mengalaminya? Bagikan itu di komsel Anda.

2012-10-25T04:15:59+00:00