04/01/19

Jumat, 4/1/2019

  • Bacaan: Kejadian 10-12; Matius 10-12
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL: Kejadian 11:1-9

  1. Bagaimanakah keadaan manusia pada waktu itu? Hal-hal apakah yang dilakukan manusia? (ay. 1-2)
  2. Hal apakah yang dikatakan dan dilakukan manusia sehingga membuat Allah bertindak? (ay. 3-4)
  3. Bagaimanakah Tuhan menyikapi apa yang dikatakan dan dilakukan manusia itu? (ay. 5-9)

 

Renungan PL:

Menara Babel adalah wujud pemberontakan manusia terhadap Tuhan dan rencana-Nya. Manusia yang jahat dimusnahkan di zaman Nuh, sedangkan Nuh dan keluarganya mempersembahkan korban untuk menyembah Allah penciptanya. Kemudian, dari keturunan Nuh (garis keturunan Ham, yaitu Nimrod), didirikanlah Kerajaan Babel yang memberontak kepada Allah dan rencana-Nya.

 

Babel adalah bentuk agama dan kerajaan manusia yang memberontak kepada Allah. Manusia bersatu di bawah sebuah nama, satu bahasa yang mempersatukan, berkumpul ke satu menara supaya jangan menyebar untuk memenuhi bumi. Inilah agama dan kerajaan manusia yang pertama di dunia. Manusia tidak mau menyembah Allah, tidak mau dipersatukan oleh satu nama yaitu nama Tuhan (Kej. 4:26), tidak mau berkumpul kepada Tuhan, tidak mau diutus berlipat ganda untuk menghadirkan dan memperluas Kerajaan Allah di bumi. Sebaliknya manusia mendirikan kerajaan sendiri, yang dikuasai oleh kuasa kegelapan. Karena itu, Allah bertindak dan mengacaukan bahasa mereka, sehingga gagallah rencana manusia. Walau demikian, “agama dan kerajaan” Babel masih ada dan terus berlangsung sampai pada akhir zaman di kitab Wahyu (Why. 17-18).

 

Pendalaman PB: Matius 10:5-15

  1. Kepada siapakah Yesus mengutus ke-12 murid-Nya? (ay. 5-6)
  2. Tugas apa yang harus dilakukan murid-murid ketika berada di ladang misi? Petunjuk apakah yang diberikan Tuhan kepada mereka? (ay. 7-10)
  3. Siapakah orang yang harus dicari? Apa ciri-ciri mereka? Apa yang harus dilakukan jika orang-orang yang ditemukan bukanlah orang yang dicari seperti yang dipesankan Yesus? (ay. 11-15)

 

Renungan PB:

Kita melihat bahwa Yesus mengembalikan manusia dari kerajaan kegelapan (kerajaan Babel) kepada Kerajaan Allah. Yesus memanggil murid-murid untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Dia memanggil murid-murid untuk hidup dalam komunitas Kerajaan Allah (komunitas sel para murid Yesus, 12 orang), lalu mengutus mereka untuk melakukan pekerjaan yang sama seperti yang Yesus lakukan yaitu menghadirkan dan memperluas Kerajaan Allah di bumi.

 

Cara memperluas Kerajaan Allah adalah menghancurkan kuasa setan dan pekerjaan setan dengan kuasa Roh kudus (Mat. 12:28; 1 Yoh. 3:7-8). Itulah sebabnya Yesus mengutus murid-murid untuk mengusir setan, menyembuhkan sakit penyakit, melakukan mukjizat dan memberitakan Injil dengan kuasa Roh kudus. Dengan demikian, orang-orang dilepaskan dari kuasa kerajaan kegelapan dan masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

Bila orang-orang berpindah dari kerajaan kegelapan dan menjadi warga Kerajaan Allah, jumlah warga negara Kerajaan Allah bertambah. Bila komunitas Kerajaan Allah semakin berlipat ganda, Kerajaan Allah semakin diperluas di bumi. Inilah maksud Allah yang dari semula, yang dikembalikan oleh Kristus kepada manusia.

2019-10-12T10:06:05+07:00