04/02/19

Senin, 4/2/2019

  • Bacaan: Imamat 13-15; Kisah Para Rasul 14- 16
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

Pendalaman PB: Kisah 15:13-21

1. Pada masa itu, sebagian orang Yahudi menyatakan bahwa tanpa menaati hukum Musa (disunat, sabat, dsb), bangsa-bangsa lain tidak dapat diselamatkan. Lalu, hal apakah yang dinyatakan oleh Rasul Yakobus dari nubuatan nabi tentang isu itu, sehingga perselisihan paham bisa terselesaikan? (Kis. 15:14-18)

2. Apakah keputusan dari Roh Kudus dan para rasul tentang isu tersebut? Hal-hal apakah yang harus ditaati oleh orang percaya yang berasal dari bangsa lain? (Kis. 15:19-21)

Renungan PL:

Hukum Taurat dalam Perjanjian Lama terdiri dari: 1). hukum seremonial/upacara; 2). hukum sipil/kehidupan sebagar sesama warga bangsa; dan 3). sepuluh Perintah Allah/hukum Tuhan. Hukum seremonial dan sebagian besar dari hukum sipil sudah digenapi oleh Yesus lewat penebusan-Nya di kayu salib. Oleh sebab itu, hukum tersebut (seperti sunat, makanan dsb) tidak perlu lagi ditaati.

Namun, Kristus tidak meniadakan kesepuluh perintah Allah. Yakobus mendapat pencerahan dari nubuatan Amos 9:11-13, bahwa gereja adalah kumpulan dari imam-imam seperti yang ada di Pondok Daud, yaitu semua orang percaya adalah imam yang boleh masuk dan tinggal di hadirat Tuhan kapan saja selama 24 jam sehari. Ini berbeda dengan Tabernakel Musa,dengan tidak semua orang adalah imam (hanya suku Lewi yang boleh menjadi imam). Perbedaannya terletak pada hukum yang berlaku. Yang berlaku di Tabernakel Musa adalah peraturan Musa (sunat, dsb), sedangkan peraturan yang berlaku di Pondok Daud adalah peraturan dari Melkisedek (Perjanjian Baru).

Dengan memahami hal ini, yang masih perlu ditaati oleh orang-orang non-Yahudi yang percaya kepada Yesus sekarang adalah hukum yang terutama (“shema Israel” – sepuluh perintah Allah), yaitu “menjauhkan diri dari makanan berhala, daging binatang dengan darah tertahan, dari darah (Perintah 1-4 = Mengasihi Allah), dan dari percabulan dsb (Perintah 5-10 = Mengasihi sesama). Kita bisa menaati hukum Perjanjian Baru karena Allah sendiri (Taurat Tuhan yang hidup) berdiam di dalam kita. Oleh Kristus yang berdiam di dalam kita, kita jadi dimampukan untuk untuk taat.

2019-10-12T10:01:26+07:00