Jumat, 4/10/2024
Bacaan harian setahun: Yeremia 9-10; Yohanes 17-18
Kekristenan Sejati vs Kekristenan Palsu (1)
M1 – Menerima Firman di Hadirat Kristus
Yudas 1:17-19
M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
- Dari manakah kita dapat membedakan kekristenan sejati dengan kekristenan palsu?
- Hal apakah yang perlu Anda lakukan terhadap kedua komunitas ini?
Renungan:
Dalam renungan hari ini, kita masih merenungkan Firman Tuhan tentang tantangan-tantangan berat yang melanda dari luar maupun dari dalam Gereja sendiri. Firman Tuhan menjelaskan bahwa pada akhir zaman akan tampil di dalam komunitas orang percaya (Gereja) pengejek-pengejek, yang merupakan orang-orang Kristen palsu yang hidup dalam hawa nafsu kefasikannya. Jelas, mereka bukanlah orang Kristen yang sudah lahir baru, dan kehidupan mereka adalah kekristenan palsu karena sifatnya yang memecah belah. Mengapa dalam Gereja terdapat orang-orang yang demikian? Dari ayat-ayat di awal surat Yudas, kita melihat bahwa penyebabnya adalah ajaran dari guru-guru palsu, yaitu ajaran sesat. “Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: ‘Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka.’ Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus,” (Yud. 1:17-19). Kita perlu mengenali perbedaannya dari ajaran yang sehat dan iman kekristenan yang sejati, dengan hidup di dalam komunitas yang benar, yaitu bersama orang-orang Kristen sejati.