//04/12/2022 – Hati Bapa dan Hati Anak

04/12/2022 – Hati Bapa dan Hati Anak

Minggu, 4/12/2022

Bacaan harian setahun: Hosea 12-13; Ibrani 1-2

Hati Bapa dan Hati Anak

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

1 Tesalonika 2:1-12

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Bagaimana caranya Paulus menjadi bapa bagi orang lain?
  2. Apa hasilnya setelah Paulus menjadi bapa bagi orang-orang Kristen di Tesalonika?

 

Renungan:

Kita melihat perbedaan pertumbuhan rohani di dalam gereja di Korintus dan gereja di Tesalonika. Gereja di Korintus gagal untuk bertumbuh, sedangkan gereja di Tesalonika menjadi gereja teladan. Apa yang membedakannya? Gereja di Korintus gagal tumbuh karena walau mempunyai bapa rohani yang baik seperti Paulus, mereka tidak mempunyai “hati anak”. Gereja di Korintus lebih mengindahkan “pendidik-pendidik” daripada mendengarkan bapa rohaninya, Paulus. Akibatnya, mereka tidak menerima atau mengalami peranan bapa rohani. Ini berbeda dengan gereja di Tesalonika, yang memiliki “hati  anak” atau “roh anak”. Kata Paulus, “Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya. Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagi Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.” Gereja di Tesalonika bertumbuh menjadi gereja teladan karena menerima dan mengalami peranan bapa dari Paulus, melalui hati anak dari pihak mereka sebagai jemaat. Kita dapat melihat bahwa pertumbuhan rohani ditentukan oleh kedua faktor, yaitu bapa rohani dan anak rohani, yang berjalan bersama-sama. Setelah menyadari pentingnya kedua peranan ini, biarlah kita juga memiliki hati bapa untuk membapai orang lain sekaligus hati anak untuk bersedia dibapai oleh orang yang telah Tuhan tempatkan menjadi otoritas di atas kita, agar kita bertumbuh menjadi dewasa.

2022-11-24T14:44:46+07:00