//04/12/12 – Yusuf, seorang yang tulus hatinya

04/12/12 – Yusuf, seorang yang tulus hatinya

Selasa, 04/12/2012

YUSUF, SEORANG YANG TULUS HATINYA

Bacaan Firman :
Bacalah Matius 1:18-25 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Seandainya Anda adalah Yusuf, apa respon Anda?
2. Pelajaran apakah yang Anda dapatkan dari ketaatan Yusuf kepada perintah Tuhan?

Seperti pria normal lainnya, Yusuf pun pada awalnya menolak untuk menikah dengan Maria, karena ia sudah hamil sebelum mereka menikah. Oleh karena itu, Yusuf diam-diam ingin menceraikan Maria. Namun Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang mahatahu. Ia tahu pertimbangan yang ada di dalam pikiran Yusuf, sehingga Ia mengutus malaikat untuk menjelaskan kepada Yusuf dengan cara yang masuk akal. Katanya, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka,”(ayat 20-21). Pada awalnya, Yusuf ingin berdalih, tetapi setelah penjelasan yang memukau itu, maka Yusuf pun taat kepada maksud dan rencana Tuhan. Namun pertanyaannya adalah mengapa Yusuf taat? Bukankah ia tetap pada keputusannya untuk menolak? Ya. Ia bisa saja menolak. Tetapi ada hal lain yang mungkin bisa menjadi pertimbangan Yusuf, yaitu nubuatan nabi Yesaya, yang dikutip oleh Matius, “Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ‘Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita,”(ayat 22-23). Yusuf mempunyai hati yang tulus dan taat, sehingga ia dipilih Allah untuk menerima The Perfect Present. Bagaimana dengan kita apakah kita memiliki hati seperti Yusuf yang tulus dan taat terhadap rencana Tuhan?

Praktek
Hal apa dalam hidup Anda yang Anda tahu merupakan rencana Tuhan, namun Anda masih sedang bergumul untuk meresponinya? Praktekkkan ketaatan seperti Yusuf.

2012-11-28T02:43:45+00:00