//05/10/2024 – Kekristenan Sejati vs Kekristenan Palsu (2)

05/10/2024 – Kekristenan Sejati vs Kekristenan Palsu (2)

Sabtu, 5/10/2024

Bacaan harian setahun: Yeremia 11-12; Yohanes 19-20

Kekristenan Sejati vs Kekristenan Palsu (2)

 

M1 – Menerima Firman di Hadirat Kristus

Yudas 1:4-8

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Apa ciri-ciri Kristen sejati dan Kristen palsu?
  2. Apa yang Anda lakukan jika menemukan seorang menyangkal Yesus sebagai penguasa tunggal dalam komunitas Anda?

 

Renungan:

Bagaimana kita mendeteksi Kristen sejati dan Kristen palsu dalam komunitas kita? Tertulis, “Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.” Ternyata pada akhir zaman ini akan banyak orang Kristen palsu yang menyusup ke tengah-tengah komunitas Gereja. Mereka menyebarkan ajaran yang menyalahgunakan kasih karunia untuk melampiaskan hawa nafsu, dan yang menyangkal Yesus sebagai satu-satunya Penguasa dan Tuhan. Ajaran semacam itu biasanya tidak menyangkal Yesus sebagai manusia baik, guru baik, nabi baik, penolong yang baik, tetapi Yesus tidak diposisikan sebagai satu-satunya Penguasa dan Tuhan. Mungkin juga, Yesus dipercaya sebagai salah satu “tuhan” dari banyak “tuhan” saja. Contohnya banyak, seperti ajaran liberal yang disebut Kristen progresif, yang kental bercampur dengan ajaran tentang hypergrace atau cheap grace, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah untuk berbuat dosa. Ajaran-ajaran itu juga anti disiplin rohani, anti pertobatan, anti mengaku dosa, antinomianisme (anti hukum Taurat), dan pada pokoknya hidup semaunya memuaskan keinginan daging. Dari situlah muncul “Kristen-kristen palsu” secara nyata, bahkan komunitas “gereja” yang penuh berisi pengejek-pengejek, pemecah belah, yang hidup tanpa Roh Kudus. Kata Yudas, “… memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya. Dan bahwa Dia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar.” Waspadalah terhadap ajaran-ajaran demikian.

2024-09-26T10:26:09+07:00