//05/02/14 – Ibadah dan Pemuridan

05/02/14 – Ibadah dan Pemuridan

Rabu, 05/02/2014

IBADAH DAN PEMURIDAN

Bacaan Firman
Bacalah Lukas 9:23-24; Yohanes 12:24-25 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apakah syarat-syarat bagi orang yang mau menjadi pengikut/ murid Kristus? (Lukas 9:23). Mengapa? (Lukas 9:24).
2. Apakah syarat-syarat bagi biji gandum yang menghasilkan banyak buah? (Yohanes 12:24) Mengapa? (Yohanes 12:25).

Di dalam Lukas 9:23-24 dituliskan tentang syarat-syarat menjadi murid/pengikut Kristus. Syaratnya adalah menyangkal diri, memikul salibnya setiap hari, dan mengikut Kristus. Ini adalah wujud nyata dari ibadah. Ibadah adalah penyerahan diri yang total dengan penyangkalan diri dan memikul salib tiap hari. Itulah sebabnya di dalam bahasa Inggris, ibadah dapat disebut juga “devotion”.

Devotion adalah penyerahan atau persembahan diri yang total. Diri atau ego kita tidak mau menyerah kepada Tuhan, tetapi Tuhan menyediakan jalan keluarnya, yaitu salib. Melalui salib kita dapat “mematikan” ego kita yang tidak mau menyerah. Melalui kematian di kayu salib, kita kehilangan nyawa (ego) dan dengan demikian kita memperoleh nyawa kita. Demikian pula pada saat kita memuridkan orang lain, prinsip yang sama berlaku. Melalui kematian ego, kita seperti biji gandum yang jatuh dan mati, lalu bangkit dan menghasilkan banyak murid lainnya. Jadi, pemuridan ditentukan oleh penyerahan diri (ibadah) setiap hari. Ini adalah contoh kesaksiannya, “Sebelum mempraktekkan ibadah yang sejati, saya sangat sulit mengalahkan dosa pornografi dan problem emosi dengan istri. Saya tidak mempunyai beban di dalam hati untuk memuridkan orang lain. Pemuridan yang saya lakukan hanyalah pemuridan yang agamawi dan tanpa kuasa. Tapi, sejak mempraktekkan ibadah yang sejati, yaitu mempersembahkan tubuh setiap hari, saya mengalami kuasa ibadah yang luar biasa secara pribadi. Heran, dosa-dosa seksual seperti melihat pornografi bisa dikalahkan. Emosi saya juga dapat dikendalikan, bahkan saya bisa sabar serta mempunyai empati untuk menolong murid-murid untuk mempraktekkan ibadah sejati, dan merekapun mengalami terobosan hidup.”

Praktek:
1. Sudahkah Anda menjadi murid yang baik dan memuridkan dengan baik? Kuncinya adalah mempraktekkan ibadah yang sejati setiap hari.
2. Menanam firman di hati: Yohanes 12:24-25

2014-01-21T03:42:36+07:00