//05/02/17 – Komunitas sepakat yang memulihkan

05/02/17 – Komunitas sepakat yang memulihkan

Minggu, 05/02/2017

KOMUNITAS SEPAKAT YANG MEMULIHKAN

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Matius 18:15-20

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Proses apakah yang harus kita jalankan untuk memulihkan orang yang berdosa?

a.Ay. 15

b.Ay. 16

c.Ay. 17

2.Kuasa apakah yang dimiliki oleh komunitas yang bersepakat? Mengapa? (ay. 18-20)

 

PENGAJARAN:

Ajaran ini bukan berbicara tentang pemberesan atau rekonsiliasi bila seseorang berbuat dosa terhadap kita. Bagian ini adalah kebenaran prinsipil untuk memulihkan saudara seiman yang berbuat dosa. Dikatakan bahwa jika “saudaramu berbuat dosa”, tidak dikatakan jika “saudaramu berbuat dosa terhadapmu”. Walaupun demikian dapat saja termasuk dosa-dosa terhadap kita. Jadi, ini adalah ajaran tentang bagaimana memulihkan saudara yang berbuat dosa. Dosa apa itu? Melihat konteksnya, sebelumnya Yesus berbicara tentang dosa yang berkaitan dengan kesesatan yang akan menyebabkan seseorang meninggalkan Tuhan (Mat. 18:12-14). Jadi,bagaimana proses untuk memulihkan seseorang dari dosa yang demikian? (1). Tegurlah (nasihatilah) terus-menerus secara pribadi (hanya berdua). Bila orang tersebut adalah benar-benar orang yang lahir baru, ia pasti bertobat dan mengalami pemulihan. Namun bila ia tidak mau mendengarkan, bawalah satu atau dua saksi.

(2). Tegurlah terus-menerus bersama dengan komunitas 2-3 orang tersebut. Jika ia adalah orang yang lahir baru ia pasti bertobat dan mengalami pemulihan. Tetapi, jika tidak, sampaikan masalahnya kepada jemaat.

(3). Tegurlah dengan melibatkan jemaat (ekklesia).Yang dimaksud jemaat adalah lebih dari jumlah 2-3 orang. Ini juga berarti melibatkan penatua/pemimpin jemaat. Jika sudah lahir baru,pasti dia bertobat dan dipulihkan.

 

Apabila ketiga tahap dalam proses tersebut telah diikuti, namun dia tidak bertobat, tidak dikatakan supaya dia diusir/diekskomunikasi, tetapi bahwa dia perlu dianggap sebagai orang yang belum mengenal Allah atau “pemungut cukai” (orang belum lahir baru). Mengapa? Agar kita tidak mempunyai harapan yang sia-sia. Meskipun kita terus-menerus melayani seseorang yang belum lahir baru, tidak mungkin ia dipulihkan tanpa kelahiran baru.Orang yang belum lahir baru belum menerima benih Kristus. Jadi kita harus melihat dia sebagai orang yang belum mengenal Allah yang perlu diinjili agar suatu saat mengalami kelahiran baru.

Perhatikan bahwa kuasa untuk melepaskan seseorang dari dosa ada di dalam Komunitas Kerajaan (2-3 orang/jemaat). Mengapa? Kepada komunitas kerajaan-lah dipercayakan kuasa untuk mengikat dan melepaskan, dan inilah kunci-kunci kerajaan untuk melepaskan orang dari dosa. Namun, syarat untuk menggunakan kunci-kunci tersebut adalah kesepakatan.Bila 2-3 orang bersepakat dalam komunitas sepakat, Kristus bukan hanya hadir, tetapi juga akan bekerja lewat komunitas sepakat tersebut untuk melepaskan orang itu dengan kunci-kunci kerajaanNya. Marilah kita terus mempraktikkan prinsip-prinsip ini dalam kompak-kompak kita sehingga kita bertumbuh sehat dan terluput dari dosa-dosa yang membawa kita mundur dari Tuhan.

2019-10-17T12:20:05+07:00