//05/10/13 – Perjumpaan dengan Agape

05/10/13 – Perjumpaan dengan Agape

Sabtu, 05 Oktober 2013

PERJUMPAAN DENGAN AGAPE

Bacaan Firman
Bacalah 1 Korintus 8:1-3; Matius 6:6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa akibatnya bila kita hanya memiliki pengetahuan tanpa kasih? Apa yang terjadi bila kita memiliki pengetahuan dan kasih (1 Korintus 8:1-3)?
2. Apa yang harus dilakukan ketika berdoa? Dimanakah kita bisa berjumpa Bapa dan hal apakah yang terjadi bila kita berjumpa Bapa (Matius 6:6)?

Setelah mengamati gagasan dan gambar yang salah di memori bawah sadar, kini kita harus melakukan pembaharuan pikiran. Gagasan dan gambar yang salah diperbaharui dengan gagasan dan gambar yang berkaitan dengan Tuhan dan diri sendiri. Pada topik hari ini, kita akan berfokus pada gagasan dan gambar tentang Allah. Kita harus memahami bagaimana sebuah gagasan dan gambar tertanam dalam memori bawah sadar. Penanaman gagasan dan gambar terjadi lewat perjumpaan yang berkesan (positif atau negatif) dan berulang-ulang terutama pada masa kecil seseorang. Contoh: gagasan dan gambar tentang Allah Bapa, dipengaruhi oleh pengalaman perjumpaan kita dengan bapa, orang tua, ataupun orang yang mengasuh kita sejak kecil. Ada seorang pendeta yang minta didoakan, karena ia tidak bisa menyebut kata “Bapa” bila berdoa. Secara pengetahuan, ia tahu bahwa Allah Bapa baik, tapi ia tidak merasakan kebaikan Allah Bapa. Ternyata, ia punya pengalaman yang buruk dengan ayahnya, yang adalah kepala suku. Ketika masa kanak-kanak dulu sang pendeta sangat nakal. Suatu hari, ia mencuri babi ayahnya dan menjual ke pasar, yang menyebabkan ayahnya memukulinya. Karena menangis, ayahnya emosi dan membentaknya untuk diam. Bukan diam, ia terus-menerus menangis, sehingga ayahnya mencabut pisau dan memotong daun telinganya serta menyuruhnya memakan potongan telinganya. Sejak itu, ia membenci kata “bapa.” Pendeta tersebut mempunyai gambaran tentang Bapa di surga adalah kejam seperti bapa jasmaninya. Gambar tentang ‘bapa’ yang salah dipulihkan lewat pengampunan. Tuhan memperbaharui pikiran lewat pengenalan akan kasih Bapa ketika ia mengalami perjumpaan dengan Bapa sorgawi dalam kasih Agape.

Pendeta itu menatap kami dan mulai menangis. Ia berkata: “Saya memakan telinga saya sendiri. Sejak saat itu, saya sangat membenci kata “bapa.”Gambaran saya tentang Bapa di surga adalah kejam dan sadis seperti bapa jasmani saya.” Kami memeluk pendeta itu dan meminta dia mengampuni bapa jasmaninya. Setelah kejadian itu, ia mulai berjumpa dengan Bapa surgawi. Setelah berbulan-bulan mengalami perjumpaan dengan Bapa di surga, akhirnya pendeta itu dipulihkan. Emosinya mulai menjadi sehat dan sikap perbuatannyapun menghasilkan buah Roh. Inilah sebuah contoh pembaharuan pikiran (detoksifikasi) melalui perjumpaan dan pengenalan akan kasih Bapa (Agape).

Renungan Firman
Pencerahan apa yang Anda dapatkan dari renungan hari ini? Apa komitmen Anda untuk dilakukan? Bagikan pengalaman Anda di komunitas Anda.

2013-09-26T02:41:48+07:00