06/01/19

Minggu, 6/1/2019

  • Bacaan: Kejadian 16-18; Matius 16-18
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL: Kejadian 17:1-22

  1. Perjanjian apakah yang Tuhan buat dengan Abram? Temukan detail janji-janji Tuhan bagi Abram. ( 1-8)
  2. Apakah bagian yang harus dilakukan oleh Abram dalam perjanjian dengan Allah itu? ( 9-14)
  3. Hal apalagi yang Tuhan katakan kepada Abram tentang istrinya Sarai? Melalui anak yang manakah Perjanjian Tuhan akan digenapi? ( 15-22)

 

Renungan PL:

Allah menampakkan diri dan membuat perjanjian dengan Abram. Perjanjian adalah kesepakatan yang dibuat antara dua belah pihak atau lebih, dengan masing-masing pihak mempunyai tanggung jawab yang harus dipenuhi serta memiliki hak yang akan didapatkan. Dalam perjanjian Tuhan dengan Abram, bagian Tuhan adalah menjadikan Abram (yang namanya kemudian diganti menjadi Abraham) bapa banyak bangsa dan beranak cucu sangat banyak, menduduki seluruh tanah Kanaan, serta menjadi umat Tuhan selama-lamanya. Di sisi lain, bagian Abram adalah memegang perjanjian tersebut dan sebagai tanda (meterai) Abraham harus menyunat semua kaum keluarga dan budak-budaknya. Perjanjian ini harus tetap digenapi oleh umat Tuhan (keturunan Abraham secara rohani), yaitu Perjanjian Baru yang dibuat Allah dengan kita melalui Kristus sebagai mediatornya. Bagian kita adalah sunat hati yang dilakukan oleh Kristus sebagai tanda (meterai) perjanjian itu.

 

Pendalaman PB: Matius 16:13-19

  1. Siapakah Yesus berdasarkan pewahyuan yang diperoleh oleh Petrus dari Bapa di Surga? ( 13-17)
  2. Hal apakah yang akan didirikan oleh Yesus berdasarkan pewahyuan yang didapat oleh Petrus? Bagaimanakah posisi hal itu terhadap “pintu” alam maut? ( 18)
  3. Hal apakah yang akan diberikan kepada Petrus dan hal apakah yang akan dibangun Kristus untuk mengalahkan “pintu” alam maut? ( 19)

 

Renungan PB:

Umat tebusan Kristus digambarkan sebagai Ekklesia atau Gereja. Kata gereja atau Ekklesia sudah dipakai ratusan tahun sebelum Kristus menggunakan kata itu. Ekklesia pada zaman itu berarti kumpulan orang-orang yang dipanggil keluar dari masyarakat biasa, untuk menjadi tim khusus yang menyertai raja dalam pemerintahannya. Ekklesia berkumpul seminggu sekali untuk bersidang dan memutuskan masa depan kota dan untuk memperlebar kerajaan rajanya. Untuk memperlebar kerajaannya, Ekklesia mengutus para jenderal (apostolos = para utusan) untuk menghancurkan pintu gerbang kota musuh, memasuki kota, menghancurkan pasukan musuh, mengambil alih wilayah, dan memproklamasikan pemerintahan kerajaannya (memberitakan Kabar Baik/Injil Kerajaan Allah). Inilah gambaran umat tebusan Tuhan, yaitu Ekklesia yang dibangun Kristus. Kristus memberikan kepada kita kunci Kerajaan Allah untuk membuka pintu kerajaan kegelapan, menghancurkan kuasanya, membebaskan orang-orang yang ditawan, dan memindahkan jiwa-jiwa ke dalam Kerajaan Allah.

2019-10-12T10:05:47+07:00