06/04/19

Sabtu, 6/4/2019

  • Bacaan: 2 Samuel 19-21; Wahyu 3-4
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL: 2 Samuel 19:21-23 (referensi: 2 Samuel 16:5-14)

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini di hadirat Tuhan!
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi). Pelajari dan catatlah hal-hal yang didapatkan dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah hasil perenungan pribadi Anda hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4 yang akan Anda lakukan.

 

Renungan:

Daud adalah pribadi yang memiliki hati luar biasa. Mengapa? Karena ia tidak menyimpan kepahitan di dalam hatinya terhadap orang lain, khususnya kepada Simei, yang telah mengutuk dia selama pelariannya dari Absalom. Karena Daud tidak menyimpan dendam dan kebencian dalam hati kepada Simei, maka pengawalnya bernama Abisai, ingin membalas Simei, “Bukankah Simei patut dihukum mati karena ia telah mengutuki orang yang diurapi TUHAN?” Daud berkata kepada Abisai, “Apakah urusanku dengan kamu, hai anak-anak Zeruya, sehingga kamu pada hari ini menjadi lawanku? Masakan pada hari ini seorang dihukum mati di Israel! Sebab bukankah aku tahu, bahwa aku pada hari ini adalah raja atas Israel?” Pengampunan yang diberikan oleh Daud menjamin Simei untuk tetap hidup. Ajaran Yesus dalam Doa Bapa Kami sangat tepat berkaitan dengan kisah ini, “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu,” (Mat. 6:14-15).

2019-10-12T09:43:43+07:00