//06/02/17 – Kuasa pengampunan dalam kerajaan allah

06/02/17 – Kuasa pengampunan dalam kerajaan allah

Senin, 06/02/2017

KUASA PENGAMPUNAN DALAM KERAJAAN ALLAH

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Matius 18:21-35

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Apa yang dipertanyakan oleh Petrus kepada Yesus dan apa jawaban Yesus? (ay. 21-22)

2. Perumpamaan apakah yang diberikan Yesus sebagai jawaban atas pertanyaan Petrus? (ay. 35)

3. Renungkan dan temukan dari perumpamaan ini mengapa seseorang gagal mengampuni orang lain dan apa akibatnya bila orang itu tidak mau mengampuni.

 

PENGAJARAN:

Petrus bertanya tentang berapa kali ia harus mengampuni saudaranya yang berdosa kepadanya dalam sehari. Yesus berkata bahwa bukan sampai 7 kali,tetapi 70×7 kali.Mari kita hitung, itu artinya bila dikurangi jam tidur dalam satu hari, kita harus mengampuni seseorang kira-kira setiap 2 menit sekali,setiap hari.Apakah mungkin? Yesus sengaja memberikan frekuensi pengampunan (70×7 kali) yang ekstrem tersebut untuk menyatakan bahwa memang tanpa anugerah yang diberikan oleh Sang Raja, kita tidak mungkin mempraktikkannya. Itulah sebabnya, Yesus menceritakan sebuah perumpamaan tentang Raja yang mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Sekarang, kita melihat mengapa si hamba itu gagal mengampuni hamba lain yang berutang sangat kecil dibandingkan dengan utangnya pada Raja yang sangat besar: ia gagal melihat betapa besarnya utangnya yang tidak terbayarkan kepada raja dan dia mencoba mau membayarnya. Dia berkata, “Sabarlah dahulu, segala utangku akan kubayar” (ay. 26). Hamba ini mencoba membayar utangnya yang begitu besar, yang sebenarnya mustahil dibayarseumur hidupnya. Namun, Raja membebaskan semua utangnya. Dengan cara pikirnya yang salah itu, waktu hamba lain berutang kepadanya hanya 100 dinar (upah kerja sehari=1 dinar), ia gagal mengampuninya. Mengapa? Ia gagal melihat bahwa utang dosa kita yang tak terbayar telah dibayar oleh raja kita. Demikian pula, kita pun bisa memiliki kesalahan yang sama. Pemahaman yang benar akan membuat kita mudah mengampuni utang dosa orang lain terhadap kita. Inilah kunci untuk selalu hidup dalam pengampunan di dalam Kerajaan Allah.

Selanjutnya, apakah akibatnya bila kita tidak bersedia mengampuni? Karena Raja kita adalah raja yang adil,Ia akan mengizinkan kita untuk masuk penjara sampai kita lunasi semua utang kita. Jadi, bila kita tidak mau mengampuni orang lain, kita akan mengalami banyak siksaan penjara: utang, tekanan batin, konflik, penyakit, penderitaan, dan sebagainya, sampai kita melunasi utang kita. Dapatkah kita membayar utang dosa kita yang begitu besar kepada Tuhan? Mustahil. Karena itu, marilah kita tetap setia mempraktikkan pengampunan yang didasarkan pada anugerah dari sang Raja. Ingatlah selalu akan utang dosa besar kita,yang telah diampuni penuh oleh Yesus Raja kita, dan ampunilah selalu dosa dan kesalahan orang lain kepada kita.

2019-10-17T12:19:59+07:00