//06/08/12 – Tuhan menuntut respek terhadap panggilanNya

06/08/12 – Tuhan menuntut respek terhadap panggilanNya

Senin, 06/08/2012

TUHAN MENUNTUT RESPEK TERHADAP PANGGILANNYA

Bacaan Firman :
Bacalah I Samuel 2:27-30 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Mengapa Tuhan menuntut rasa respek kita terhadap panggilan-Nya? (ayat 27-29).
2. Apa akibatnya bila kita tidak menghormati Tuhan dan panggilan-Nya? (ayat 30).

Jika kita mendapat panggilan dari sebuah perusahaan ternama untuk bekerja di sana, maka kita akan tersanjung dengan panggilan tersebut. Tapi, jika berbicara tentang panggilan Tuhan, kita menganggap panggilan dan rencana Tuhan sebagai hal biasa. Banyak orang merasa bangga jika ia bekerja di perusahaan terkenal, tapi ia merasa malu jika ia bekerja di ladang Tuhan. Jika kita membaca renungan hari ini, kita mendapati hal yang penting bahwa Tuhan menuntut adanya respek kita atas panggilan-Nya. Mengapa? Karena Tuhan berkata, “Bukankah dengan nyata Aku menyatakan diri-Ku kepada nenek moyangmu, ketika mereka masih di Mesir dan takluk kepada keturunan Firaun? Dan Aku telah memilihnya dari segala suku Israel menjadi imam bagi-Ku, …. Mengapa engkau memandang dengan loba kepada korban sembelihan-Ku dan korban sajian-Ku, yang telah Kuperintahkan, dan mengapa engkau menghormati anak-anakmu lebih dari pada-Ku, sambil kamu menggemukkan dirimu dengan bagian yang terbaik dari setiap korban sajian umat-Ku Israel?”(ayat 27-29). Ini adalah peringatan serius dimana Tuhan menuntut respek kita. Mungkin kita bukan seperti imam Eli di Perjanjian Lama, tetapi ketika kita menerima Yesus di dalam hati kita, maka kita sudah terhisap ke dalam rencana Allah yang kekal, entah kita sebagai pelajar, ibu rumah tangga,wiraswasta, karyawan, pengusaha atau profesi lain, Tuhan merancangkan hal-hal yang baik bagi kita. Jadi, kita harus menghormati rencana Tuhan. Jika kita meremehkan rencana Tuhan, maka Tuhan berfirman, “Sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya, tetapi sekarang — jauhlah hal itu dari pada-Ku! Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah,”(ayat 30). Jika kita tidak menghormati rencana Tuhan, maka kita akan dipandang rendah. Oleh karena itu, marilah kita menghormati Tuhan dan rencana-Nya dalam hidup kita.

Praktek
Sudahkah kita menghormati Tuhan dan panggilan-Nya atas hidup kita? Adakah Anda merasa malu dan minder terhadap panggilan Tuhan? Bagikanlah pengalaman Anda di dalam komsel.

2012-07-25T07:55:43+00:00