//06/08/16 – Kemarahan di hati

06/08/16 – Kemarahan di hati

Sabtu, 06/08/2016

KEMARAHAN DI HATI

M1 – Membaca firman di hadirat Kristus

Matius 5:21-26

 

M2 – Merenungkan firman di hadirat Kristus

1. Apa yang Yesus katakan tentang “jangan membunuh”, yang berbeda dengan hukum yang biasa didengar oleh orang-orang Yahudi? (ay. 21-22)

2. Bagaimana seharusnya sikap hati kita terhadap sesama dalam kehidupan ibadah kita (“mempersembahkan korban”)? Apa konsekuensinya jika kita tidak menaati perintah Yesus ini? (ay. 23-25 dan 25-26)

3. Lakukan perenungan pribadi sebagai pemagang Yesus. Bagaimana sikap hati Anda terhadap orang-orang terdekat (saudara-saudara seiman Anda) selama Anda beribadah kepada Yesus? Taatilah Yesus dan alamilah perubahan hati.

Bagi orang-orang Yahudi, mereka sudah menaati Taurat bila mereka tidak membunuh secara fisik. Namun dalam Kerajaan Allah, standar kebenarannya melebihi standar itu. Standar kebenaran di dalam Kerajaan Allah adalah sampai di dalam hati. Bila kita marah dalam hati, menghina di hati (mengatai sesama kita “kafir”), atau marah yang disertai penghinaan (mengatai sesama kita “jahil”), ini berarti kita pun telah melanggar hukum Taurat dan layak dihukum. Sekarang, Kristus Sang Taurat yang hidup itu telah berdiam di dalam kita dan siap memuridkan kita untuk menaati hukum Taurat. Jika Anda adalah pemagang Kristus, Anda pasti juga dituntun oleh Kristus untuk membereskan hati yang menyimpan dosa kemarahan tersebut.

 

M3 – Mendengar dan melakukan firman Kristus

M4 – Membagikan firman Kristus

2016-07-26T07:47:53+07:00