//06/09/13 – Imam besar yang menjadi manusia

06/09/13 – Imam besar yang menjadi manusia

Jumat, 06 September 2013

IMAM BESAR YANG MENJADI MANUSIA

Bacaan Firman
Ibrani 2:14-18; 4:14-16; Yohanes 1:11-14; Filipi 2:5-8

Pertanyaan Renungan
1. Mengapa Yesus, Anak Allah, harus menjadi Anak Manusia?
2. Mengapakah kita harus lahir baru?

Salah satu tugas seorang imam adalah perantaraan atau menjadi mediator antara Allah dan manusia. Seorang imam harus dapat mewakili kedua pihak dengan adil, baik Allah, maupun manusia. Masalah dengan semua imam sebelum Yesus adalah dosa. Semua imam yang lain berdosa, sehingga mereka pun memerlukan seorang imam bagi dirinya. Mereka hanya mampu mewakili manusia berdosa kepada Allah, tetapi tidak mampu mewakili Allah kepada manusia (Ibrani 5:1-10). Hanya Yesus dapat mewakili Allah dengan sempurna dan sekaligus mewakili manusia. Sebagai Anak Allah, Ia tidak berdosa. Ia mengenal semua tuntutan Tuhan. Ia mengetahui semua keadaan sorga dan persyaratan keselamatan. Sebagai manusia, Ia mengalami segala hinaan, penolakan, aniaya, siksaan bahkan kematian sehingga dengan adil Ia dapat mewakili kita. Hanya Yesuslah Imam Besar yang sempurna sebagai pengantara (1 Timotius 2:5).

Renungkan Yohanes 1:11-14; 3:3-7. Kita yang adalah anak-anak manusia harus dilahirkan kembali secara rohani supaya kita boleh menjadi anak-anak Allah. Ini adalah awal kita untuk diubahkan menjadi serupa dengan Yesus. Inilah karya Roh Kudus yang bekerja setiap hari dalam hidup kita supaya kita bertumbuh dalam kemuliaan yang semakin besar (2 Korintus 3:18).

Praktek
Sebagaimana Yesus harus mengalami perubahan, penjelmaan, supaya Dia sebagai Anak Allah boleh menjadi Anak Manusia, maka kita harus bersedia mengalami perubahan, supaya kita yang adalah anak-anak Allah boleh berubah secara total menjadi anak-anak Allah yang serupa dengan Yesus (Roma 8:18-23). Mintalah agar Tuhan menunjukkan kepada Anda apa yang harus berubah – tiap-tiap hari, sampai menjadi serupa dengan Yesus.

2019-09-28T22:01:15+07:00