//06/10/13 – Dikenal Allah

06/10/13 – Dikenal Allah

Minggu, 06 Oktober 2013

DIKENAL ALLAH

Bacaan Firman
Bacalah Yohanes 17:23-24; Lukas 3:22; Matius 6:6 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa hasil karya Yesus dalam hubungan Bapa dengan kita (Yohanes 17:23)? Apa permintaan Yesus kepada Bapa agar kita memandang kemuliaanNya? Mengapa (Yohanes 17:24)?
2. Apa yang dilakukan oleh Bapa saat Yesus dibaptis (Lukas 3:22)? Apa yang harus kita lakukan saat berdoa (Matius 6:6)?

Hari ini, kita mempraktekkan langkah aplikasi. Setelah kita mengamati gagasan dan gambar yang salah, maka kita mengalami pembaharuan pikiran dalam perjumpaan dengan Bapa. Namun, perjumpaan ini harus diaplikasikan berulang-ulang sampai gagasan dan gambar Bapa tertanam di dalam memori alam bawah sadar. Selama ini, gereja hanya berfokus pada “mengenal Allah” saja. Yang benar adalah kita harus mempunyai pengalaman “dikenal oleh Allah dan sesama.” Ada yang bertanya kepada Bapa dalam doa, “Bapa, apakah perasaanMu terhadap perasaanku? Bapa, kalau mau jujur, aku kurang merasakan perasaanMu. Bahkan aku merasa bahwa Engkau sudah bosan dan kesal melihat tingkah lakuku yang kurang taat. Engkau sudah kesal dengan diriku.” Bapa berkata, “Nak, perasaan dan pikiran itu bukan perasaan dan pikiranKu. Itu berasal dari gagasan dan gambar yang salah, yang telah ada di dalam memori alam bawah sadarmu.” Bapa menyatakan perasaanNya, “Aku mengasihimu, kepadamu Aku berkenan.” Air mata pun mengalir. Kasih Agape menyentuh hati dan jiwa. Dalam Matius 6:6, Yesus menjelaskan bahwa jika kita mau berdoa, kita harus masuk ke kamar dan menutup pintu. Pada zaman itu, ketika orang-orang Yahudi berdoa, mereka akan menggunakan selendang doa yang disebut Tallith. Tallith berarti, “kemah kecil.” Ketika berdoa, mereka menutup kepala dengan tallith yang membentuk ruang (kamar) kecil di sekeliling kepalanya yang menyerupai kemah kecil. Mereka memegang kedua sisi (sayap) dan menutup “pintu kemah” (celah), agar ada ruang pribadi yang tenang dan intim dengan Allah. Itu yang disebut “masuk ke kamar dan menutup pintu.” Kita harus menemukan “tempat tersembunyi,” dimana Bapa berdiam. Tapi, Yesus tidak memerintahkan secara harafiah agar kita menggunakan tallith seperti orang-orang Yahudi. Yang penting adalah “ruang” keintiman yang tenang dan pribadi dengan Bapa.

Renungan Firman
Carilah tempat yang tenang dan pribadi dengan Bapa. Renungkan firman Tuhan yang menyangkut keintiman dengan Bapa : Lukas 3:22; Yohanes 17:22-24; Mazmur 103:13; Matius 7:9-11; Zefanya 3:17. Bertanyalah kepada Bapa tentang apa perasaanNya tentang perasaan Anda.

2013-09-26T02:43:17+07:00