//06/11/12 – Berani mengampuni terhadap kejadian buruk di masa lalu

06/11/12 – Berani mengampuni terhadap kejadian buruk di masa lalu

Selasa, 06/11/2012

BERANI MENGAMPUNI TERHADAP KEJADIAN BURUK DI MASA LALU

Bacaan Firman
Bacalah Kejadian 50:15-21 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Mengapa saudara-saudara Yusuf menjadi takut setelah Yakub meninggal? (ayat 15).
2. Apa respon Yusuf setelah mendengar kata-kata saudaranya? (ayat 19-21).

Dalam renungan Saat Teduh hari ini, kita melihat dua sikap yang bertolak belakang. Yang satu mencerminkan keberanian yang luar biasa dan yang lain mencerminkan sikap yang ketakutan dan pengecut. Sebelum menjadi penguasa besar di Mesir, Yusuf telah mengalami berbagai keadaan yang sangat buruk. Hal ini menjadi memori yang mengerikan bagi dia. Mengapa? Karena kita bisa membayangkan bahwa dalam kondisi hati yang sedang susah atau kecut, maka ia akan mengingat kembali detik-detik yang menyakitkan ketika saudara-saudaranya menjual dirinya. Sekuat apapun hati seorang manusia, maka ia pasti mengalami kepahitan dan dendam dalam hati kepada saudara-saudaranya yang menyakiti dia. Namun, bacaan kita hari ini memberitahukan kepada kita bahwa ketika Yusuf melihat saudara-saudaranya, maka Yusuf mengambil keputusan untuk mengampuni mereka. Untuk mengampuni orang yang menyakiti atau mengkhianati kita, maka dibutuhkan suatu keberanian yang besar dan itu hanya didapatkan dari Tuhan. Sebaliknya, kita melihat sikap saudara-saudara Yusuf yang penuh ketakutan dan kekhawatiran. Mereka tidak mempunyai keberanian untuk meminta pengampunan kepada Yusuf, melainkan memakai nama Yakub sebagai tameng (ayat 16-17), padahal Yusuf telah mengampuni mereka sejak awal. Sebenarnya, saudara-saudara Yusuflah yang terperangkap dalam perasaan bersalah di masa lalu, tetapi tidak mempunyai keberanian untuk menghadapinya. Marilah kita belajar untuk mempunyai keberanian seperti Yusuf untuk bergantung kepada Tuhan sebagai sumber kekuatan kita. Jikalau Yusuf berani mengampuni saudara-saudaranya, maka seharusnya kita juga bisa melakukannya. Bagaimana dengan Anda sekarang?

Praktek
Lakukanlah evaluasi pribadi untuk mengetahui apakah kita sungguh-sungguh mengampuni orang-orang yang menyakiti kita? Atau sebaliknya: apakah kita sudah meminta maaf kepada orang yang patut menerimanya.

2012-10-25T04:21:21+00:00