07/01/19

Senin, 7/1/2019

  • Bacaan: Kejadian 19-21; Matius 19-21
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL: Kejadian 21:1-21

  1. Apa yang terjadi pada Sarah sesuai dengan janji yang diberikan Allah kepadanya? Mukjizat apakah yang terjadi pada Sarah dan Abraham? ( 1-7)
  2. Hal apakah yang Sarah meminta Abraham lakukan sesuai dengan kehendak Tuhan? Mengapa Abraham harus menaati kehendak Tuhan itu? ( 8-13)
  3. Apa yang terjadi setelah Hagar dan Ismael mengembara di padang gurun? Hal apakah yang dilakukan Allah terhadap Hagar dan Ismael sebagai tanda kasih-Nya? ( 14-21)

 

Renungan PL:

Setelah Ishak lahir, Sara menyadari bahwa anak yang akan mewarisi janji Allah bukanlah Ismael (yang lahir karena saran Sara), ia pun meminta agar Ismael diusir dari keluarganya. Hal ini harus dilakukan oleh Abraham karena Allah ingin memurnikan garis keturunan Abraham agar perjanjian-Nya digenapi lewat garis keturunan sesuai dengan yang dijanjikan-Nya.

 

Namun, meski Allah menyuruh Hagar dan Ismael pergi, Allah mendengarkan jeritan hati Ismael ketika ia berada dalam penderitaan di padang gurun. Ismael bukanlah anak perjanjian, tetapi Allah mengasihi dan memberkati Ismael dan keturunannya. Di sinilah kita mengerti bahwa Allah itu adil sekaligus penuh kasih sayang. Allah mendengar jeritan hati Ismael ketika ia berseru kepada Allah. Nama Ismael adalah nama yang diberikan Allah ketika Ismael masih dalam kandungan yang memiliki arti ”Allah mendengar” (Kej. 15:10-11).

 

Pendalaman PB: Matius 21:12-17

  1. Apa yang Yesus lakukan di Bait Allah? Mengapa Dia melakukan hal itu? ( 12-13)
  2. Kemudian, hal apakah yang terjadi sesudah itu? ( 14-15)
  3. Bagaimanakah respons para imam dan ahli Taurat? ( 15-17)

 

Renungan PB:

Yesus menyucikan Bait Allah sesuai nubuatan dalam Maleakhi 3:1-6. Mengapa? Karena imam-imam yang seharusnya mempersembahkan korban yang benar justru berjual beli korban (merpati dan uang koin) di Bait Allah. Akibatnya, Bait Allah tidak lagi menjadi rumah doa bagi segala bangsa dan di Bait Allah tidak lagi terjadi kesembuhan, mukjizat, dan

pujian serta pengagungan kepada Allah. Di Bait Allah tidak lagi terjadi kebangunan rohani. Yesus melakukan pembersihan, yang secara profetik merupakan pesan kepada kita yang hidup di zaman Perjanjian Baru agar menjaga kekudusan Bait Allah (tubuh pribadi dan komunitas Tubuh Kristus) agar sesuai dengan fungsinya. Di dalam Bait Allah kita, setiap orang adalah imam yang harus berfungsi untuk mempersembahkan korban yang benar. Sebagai imam, kita tidak boleh berfokus mencari untung (“berjual beli”), tetapi haruslah kita berfokus untuk terjadi pengagungan kepada Allah melalui Bait Allah kita. Bila kita telah dikuduskan oleh Kristus dan berfungsi penuh sebagai imam, Bait Allah kita menjadi rumah mukjizat dan rumah pujian kepada Dia.

2019-10-12T10:05:40+07:00