//07/05/2022 – Menjadi Ahli Waris sebagai Anak

07/05/2022 – Menjadi Ahli Waris sebagai Anak

Sabtu, 7/5/2022

Bacaan harian setahun: 2 Tawarikh 12-14; Markus 15-16

Menjadi Ahli Waris sebagai Anak

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Galatia 4:1-11

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

  1. Mengapa waktu begitu penting bagi Allah?
  2. Mengapa Allah menyuruh Roh Anak-Nya masuk ke dalam hati kita?
  3. Apa yang terjadi kalau kita sudah menjadi anak Allah?

 

Renungan:

Sering kali, kita berdoa tanpa memperhatikan bahwa Allah memperhatikan waktu dengan serius. Kadang-kadang kita ingin secepatnya menerima jawaban doa kita, padahal Allah ingin kita menanti janji-Nya dengan sabar. Sebenarnya, janji Tuhan tidak akan dibatalkan-Nya, tetapi akan genap tepat pada waktu-Nya, seperti yang tertulis di dalam Firman, “Tetapi setelah genap waktunya, maka Allah mengutus Anak-Nya, yang lahir dari seorang perempuan dan takluk kepada hukum Taurat. Dia diutus untuk menebus mereka, yang takluk kepada hukum Taurat, supaya kita diterima menjadi anak.” Allah selalu bertindak tepat waktu. Berdoa untuk meminta agar janji Tuhan digenapi adalah baik, tetapi kita juga perlu menanti waktu Tuhan. Jika waktu Tuhan sudah tiba, tentu Dia akan segera menjawab doa kita, karena kita adalah anak-Nya. “Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: ‘ya Abba, ya Bapa!’ Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.” Sebagai anak Allah, kita pasti menerima warisan yang telah Allah janjikan bagi kita. Namun, penting bahwa kita tidak terus-menerus menjadi anak kecil, melainkan tumbuh menjadi dewasa rohani untuk siap menjadi pewaris janji Allah saat waktu-Nya tiba. Kedewasaan kitalah syaratnya untuk kita bisa menerima warisan itu.

2022-04-27T08:11:45+07:00