Sabtu, 7/9/2024
Bacaan harian setahun: Yesaya 21-22; Markus 3-4
Hidup di dalam Hadirat Tuhan
M1 – Menerima Firman di Hadirat Kristus
Ibrani 4:12-16
M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus
- Menurut Anda, mengapa kita harus hidup di dalam hadirat Tuhan?
- Mengapa kita harus penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia?
Renungan
Dalam renungan hari ini, Firman Tuhan berkata, “Sebab Firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua mana pun; dia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; dia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” Dengan menyadari kebenaran Firman Tuhan ini, murid Kristus tidak akan berbuat dosa. Jika kita sempat jatuh ke dalam dosa, janji Firman Tuhan ini memberikan jalan keluarnya. Dikatakan, “Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita.” Banyak murid Kristus tidak berani menghadap Allah karena jatuh ke dalam dosa, padahal yang harus kita lakukan justru menghampiri takhta kasih karunia Allah, karena di sana-lah akan mengalir kasih, pertolongan, pengampunan, kuasa rohani, pencurahan Roh Kudus, karunia-karunia rohani, buah roh, dan semua yang kita butuhkan dari Allah. Seperti ada tertulis, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.” Putuskan untuk menghampiri takhta kasih karunia, agar kita dapat hidup dalam hadirat Allah.