//07/02/14 – Ibadah di kemah pertemuan

07/02/14 – Ibadah di kemah pertemuan

Jumat, 07/02/2014

IBADAH DI KEMAH PERTEMUAN

Bacaan Firman
Bacalah Keluaran 29:38-46 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Korban-korban apakah yang harus dipersembahkan oleh para imam di kemah Musa? (Keluaran 29:38-42). Disebut sebagai kemah apakah kemah Musa?
2. Apa yang terjadi di kemah itu, bila korban-korban dipersembahkan oleh para imam? (Keluaran 29:42-44). Apa yang terjadi bila proses di atas terus-menerus terjadi? (Kel 29:45-46).

Kemah Musa disebut juga kemah pertemuan. Tujuan dibangunnya kemah pertemuan adalah agar ada pertemuan antara Allah dengan umatNya. Allah selalu ingin berfirman di rumahNya. Demikian pula bila kita mempraktekkan prinsip-prinsip ini di Perjanjian Baru, maka kemah pertemuan itu adalah tubuh kita secara pribadi dan tubuh Kristus secara korporat. Agar terjadi pertemuan dengan Allah yang berdiam di dalam dan di antara kita, kemah pertemuan harus selalu dipersembahkan persembahan sehari-hari. Para imam di Perjanjian Lama harus selalu mempersembahkan korban-korban, baik di pagi hari maupun di sore hari.

Demikian pula di Perjanjian Baru, kita sebagai imam-imam harus selalu mempersembahkan korban setiap hari. Namun, korban yang dipersembahkan di Perjanjian Baru bukanlah binatang, tetapi tubuh kita sebagai persembahan yang hidup dan kudus. Mengapa? Sebab di Perjanjian Baru kita tidak perlu lagi mempersembahkan korban binatang, sebab Kristus sendiri adalah korban yang telah dikorbankan sekali untuk selamanya. Lalu, mengapa kita mempersembahkan tubuh kita? Karena sekarang bait Allah atau tempat kediaman Allah adalah tubuh kita. Ini ada contoh kesaksiannya, “Sejak mempersembahkan tubuh saya setiap hari, saya sering mendengar suara Tuhan melalui tubuh saya. Ini benar-benar nyata. Setiap kali ada godaan, saya merasakan reaksi-reaksi kedagingan saya untuk berbuat dosa, namun heran, selalu ada suara Tuhan yang menguatkan saya dan menolong saya untuk mengatasi pencobaan dan mengalami kemenangan.”

Praktek
1. Teruslah konsisten mempraktekkan ibadah yang sejati. Alamilah pejumpaan dengan Tuhan setiap hari.
2. Menanam firman di hati: 2 Korintus 6:16

2019-10-08T22:02:19+07:00