//07/02/17 – Pernikahan dalam kerajaan Allah

07/02/17 – Pernikahan dalam kerajaan Allah

Selasa, 07/02/2017

PERNIKAHAN DALAM KERAJAAN ALLAH

 

M1 – Membaca Firman di Hadirat Kristus

Matius 19:1-12

 

M2 – Merenungkan Firman di Hadirat Kristus

1. Apa yang ditanyakan oleh orang Farisi kepada Yesus untuk mencobaiNya? Apa jawaban Yesus kepada mereka? (ay. 1-6)

2. Lalu, hal-hal apa lagi yang Yesus katakan sebagai jawaban atas alasan-alasan perceraian yang mereka ajukan? (ay. 7-9)

3. Apakah yang murid-murid katakan tentang hubungan suami-istri dalam Kerajaan Allah? Temukan apa ajaran Yesus tentang perkawinan dalam Kerajaan Allah! (ay. 10-12)

 

PENGAJARAN:

Pada zaman itu, ada berbagai pendapat dari para rabi tentang boleh tidaknya perceraian dan pernikahan ulang. Ada rabi yang percaya bahwa perceraian diperbolehkan karena alasan apa saja (misalnya, Rabi Hillel). Ada pula yang percaya bahwa perceraian hanya diperbolehkan karena alasan perzinahan (misalnya, Rabi Shammai). Padahal, dari jawaban yang diberikan oleh Yesus, jelas sekali bahwa Yesus bukan termasuk pada kedua-duanya.Yesus berkata bahwa dasar kesatuan suami-istri adalah hubungan perjanjian sedaging yang dipersatukan oleh Tuhan. Persatuan itu tidak boleh di ceraikan oleh manusia. Persatuan itu kata Yesus telah ditetapkan oleh Allah sejak semula. Jadi,jikalau ada yang mengizinkan perceraian itu bukan kehendak Allah,tetapi karena kekerasan hati manusia.

Sebenarnya, barang siapa yang menceraikan istrinya, kecuali (“suami-istri” yang bertunangan berselingkuh dengan orang lain), lalu kawin dengan perempuan lain ia berbuat zinah (Mat. 19:9). Dalam bagian pengajaran sebelumnya (Mat. 5: 31-32),telah dijelaskan dengan rinci. Jadi,Tuhan Yesus mengajarkan bahwa tidak boleh bercerai dengan alasan apapun.Sebab, hubungan suami-istri adalah hubungan covenant atau perjanjian tanpa syarat yang berlaku sampai kematian saja yang boleh memisahkannya (Rm. 7:2-3). Salah satu bukti bahwa pendapat Yesus berbeda dengan kedua rabi itu adalah respons murid-murid yang begitu terkejut dan berkata, “Jikalau demikian halnya hubungan suami-istri, lebih baik jangan menikah”.

Mari, kita melihat apa ajaran Yesus tentang pernikahan dalam Kerajaan Allah. Menurut Yesus pernikahan adalah suatu rahasia yang tidak dapat dimengerti jika tidak dibukakan. Ada orang yang tidak dapat menikah, karena kondisi bawaan dari lahir.Ada yang tidak menikah karena dijadikan demikian (misalnya, sida-sida yang dikebiri), atau atas kemauannya sendiri karena Kerajaan Allah. Prinsip yang terpenting adalah, menikah atau tidak,alasannya karena Kerajaan Allah.

2019-10-17T12:19:53+07:00