//07/07/13 – Malu bersaksi?

07/07/13 – Malu bersaksi?

Minggu, 07/07/2013

MALU BERSAKSI ?

Bacaan Firman
Bacalah 2 Timotius 1:3-18 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Apa peringatan Paulus kepada Timotius? (ayat 6-8).
2. Menurut Anda, apa maksud Paulus dalam ayat 13-14 dalam konteks memberi kesaksian?

Pernahkah Anda merasa malu untuk bersaksi? Bagaimana rasanya ketika Anda berada dalam tekanan, beranikah Anda mengakui iman Anda kepada orang lain? Dalam renungan Saat Teduh kita hari ini, Paulus memberikan peringatan kepada Timotius yang berlaku juga bagi kita. Kata Paulus kepada Timotius, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia, melainkan ikutlah menderita bagi Injil-Nya oleh kekuatan Allah,”(ayat 7-8). Ada jaminan yang pasti bagi kita agar kita tidak takut bersaksi, sebab Roh yang dikaruniakan Allah kepada kita justru memberikan kekuatan, kasih dan ketertiban (atau ketenangan jiwa). Lalu, bagaimanakah cara atau jalan keluarnya bagi kita? Jawaban yang sederhana adalah kita harus mengobarkan karunia Allah yang ada pada kita. Ketika kita mulai mengobarkan karunia-karunia Roh Kudus di dalam diri kita, maka ketakutan akan lenyap. Menurut rasul Paulus, “Peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita,”(ayat 13-14). Seringkali kita tidak memelihara harta yang indah yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita, yaitu karunia Roh Kudus. Itulah sebabnya, Paulus memperingatkan orang-orang Kristen di kota Tesalonika, “Janganlah padamkan Roh,”(I Tes 5:19). Peringatan ini juga berlaku bagi kita. Karunia Roh di dalam kita, perlu selalu kita kobarkan dan ini akan menjadi kesaksian yang nyata tentang Yesus. Jika kita malu untuk bersaksi, maka kita sedang memadamkan Roh. Tetapi ketika kita bersaksi, maka kita sedang mengobarkan karunia-karunia Roh yang ada pada kita. Allah pasti menyatakan kuasa dan mukjizatnya ketika kita bersaksi. Jadi, jangan malu lagi untuk bersaksi.

Praktek.
Apakah yang membuat Anda malu bersaksi? Apa komitmen Anda setelah merenungkan firman Tuhan hari ini? Bagikanlah pengalaman Anda kepada teman-teman di komsel.

2013-06-29T02:29:10+07:00