//07/09/13 – Tujuan akhir sebagai seorang imam

07/09/13 – Tujuan akhir sebagai seorang imam

Sabtu, 07 September 2013

TUJUAN AKHIR SEBAGAI SEORANG IMAM

Bacaan Firman
Ibrani 6:13-20; Ibrani 10:9-25; Imamat 16:2; 16:29-30

Pertanyaan Renungan
1. Apa tujuan akhir pelayanan kita sebagai imam?
2. Bagaimana caranya kita boleh mencapai tujuan akhir itu?
3. Apa jaminannya bahwa kita akan mencapainya?

Perjanjian yang diberikan kepada Abraham adalah kepastian bahwa kita akan mencapai pengharapan yang ada di depan kita, yaitu menjadi sempurna, tanpa dosa, atau dengan kata lain, menjadi sama seperti Yesus. Tujuan akhir itu ada di belakang tabir, di dalam tempat yang maha kudus. Hanya imam besar yang boleh masuk dan itupun hanya setahun sekali. Tetapi sekarang, Imam Besar kita, Yesus, sudah membuka suatu jalan baru dan hidup supaya kita boleh masuk ke belakang tabir di mana ada Tabut Perjanjian, kemuliaan Allah dan Yesus.

Yesus hanya dapat memasuki tempat maha kudus dengan menjadi imam menurut peraturan Melkisedek (Raja dan Imam). Hukum Taurat melarang Yesus menjadi imam karena Ia bukan dari suku Lewi (Ibrani 7:11-19), tetapi sebagai Imam Besar dalam imamat rajani Yesus menerobos tabir dan menjadi sauh jiwa. Sekarang kita harus pegang tali sauh itu dan mengikuti jalan yang dirintis Yesus sebagai imamat rajani.

Jaminan bahwa kita akan sampai adalah janji Allah yang diikat dengan dua hal yang tak mungkin gagal-karakter Allah dan Firman Allah. Ia yang berjanji adalah setia, dan kalau kita ikut Yesus, pasti kita akan masuk ke belakang tabir ke dalam kesempurnaan dan kemuliaan Yesus.

Praktek
Mulailah bertindak sebagai imam dan saling mendoakan dan saling melayani di dalam keluarga dan komsel. Pilih orang lain yang belum kenal Yesus dan mulai doakan dia dengan tujuan mengantar dia juga sampai di belakang tabir.

2019-09-28T22:03:58+07:00