//07/11/12 – Keberanian untuk memegang teguh kebenaran

07/11/12 – Keberanian untuk memegang teguh kebenaran

Rabu, 07/11/2012

KEBERANIAN UNTUK MEMEGANG TEGUH KEBENARAN

Bacaan Firman
Bacalah 2 Samuel 12:1-25 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
1. Bagaimana cara Natan memperingatkan Daud akan kesalahannya? (ayat 7).
2. Bagaimana respon Daud setelah mendengar peringatan dari Natan? (ayat 13).

Kita pasti pernah membaca atau mendengar kisah kejatuhan Daud di dalam Alkitab. Setelah jatuh ke dalam dosa perzinahan, maka Tuhan mengutus nabi Natan untuk memperingatkan Daud. Ia adalah Raja Israel yang sangat dihormati dan ditakuti, sehingga nabi Nathan sebagai manusia juga mempunyai rasa kuatir atau takut. Pernahkah kita membayangkan perasaan Natan ketika ia harus berjalan langkah demi langkah memasuki istana dan mendekati Daud? Mungkin nabi Natan benar-benar siap untuk kehilangan nyawa. Tetapi, pelajaran yang tercantum dalam Alkitab mengingatkan kita bahwa kebenaran adalah kebenaran dan tidak boleh komproni karena takut. Kita harus berani. Cara kita mengungkapkannya mungkin berbeda-beda, tetapi inti kebenaran tidak bisa dikompromi. Perhatikanlah keterangan sebelumnya tentang bagaimana nabi Natan menggunakan perumpamaan yang ada untuk menggambarkan kesalahan Raja Daud. Kemudian, ia menggunakan keberaniannya untuk menegur Raja Daud, walaupun tidak ada jaminan bahwa nabi Natan akan selamat setelah ia melakukan tugas tersebut. Namun, nabi Natan melakukannya karena hal ini adalah benar. Kita perlu belajar untuk berani berdiri di atas kebenaran yang kita percayai, yaitu Firman Tuhan. Mungkin tampak sekali bahwa yang kita lakukan terlalu radikal dan menimbulkan kebingungan, tapi melalui keberanian untuk jujur bisa membuat integritas kita makin dipercayai. Tatkala kita setia dan berani untuk hidup benar di hadapan Tuhan, maka Tuhan akan membela dan memelihara hidup kita. Oleh karena itu, buatlah komitmen pribadi untuk melakukan kebenaran tanpa kompromi. Ingat, Tuhan yang mengutus kita pasti menyertai kita untuk melepaskan kita dari kesesakan yang ada.

Praktek
Mari lakukan evaluasi pribadi hari ini: apakah kita masih setia dan berani menerapkan kebenaran Firman Tuhan? Bagikan pengalaman Anda di dalam komsel.

2012-10-25T04:22:46+00:00