//08/02/14 – Ibadah dalam hubungan sesama

08/02/14 – Ibadah dalam hubungan sesama

Sabtu, 08/02/2014

IBADAH DALAM HUBUNGAN SESAMA

Bacaan Firman
Bacalah Matius 5:13-16 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
Pertanyaan Renungan
1. Menurut Tuhan, siapakah kita? Bagaimana agar kita berfungsi maksimal? (Matius 5:13-15)
2. Apakah yang diperintahkan oleh Kristus kepada kita dalam hubungan dengan orang-orang di sekitar kita? (Matius 5:16).

Kita adalah terang dan garam dunia yang mempunyai pengaruh yang luar biasa atas orang-orang di sekitar kita. Terang dan garam memiliki kuasa untuk mengubah dunia dari kejahatan. Kita juga memiliki pengaruh agar lingkungan sekitar kita ikut mempraktekkan nilai-nilai kebenaran, yaitu nilai-nilai Kerajaan Allah. Lalu, bagaimana caranya agar kita berfungsi maksimal sebagai garam dan terang?

Lukas 14:25-30 berkata bahwa kita sebagai garam akan kehilangan rasa asin bila kita tidak mengasihi Tuhan lebih dari segalanya, menyangkal diri, memikul salib, serta mengikut Yesus tiap hari. Inilah tindakan ibadah yang sejati tiap hari. Ibadah yang sejati adalah mempersembahkan diri agar dikuasai oleh Kristus, Raja kita. Ketika Kristus menjadi Raja kita, maka kita menjadikan Kristus segala-galanya. Pada saat itulah kita menjadi garam yang asin dan terang yang tidak tertutup gantang. Jadi, ibadah sangat berkaitan dengan berfungsinya kita sebagai garam dan terang dalam hubungan dengan sesama kita.

Bram (bukan nama sebenarnya) adalah anggota komsel yang baru percaya Kristus. Karena masa lalu yang rusak, hidupnya sangat miskin. Kemudian ia dimuridkan untuk hidup jujur dan dekat dengan Tuhan. Akibat kedekatannya dengan Tuhan, ia mendapatkan pekerjaan sebagai kuli pemanggul barang. Bram dengan setia dan penuh sukacita melakukan pekerjaannya sebaik-baiknya. Suatu saat, ia menemukan sebuah dompet yang berisi uang. Karena kedekatannya dengan Tuhan, ia tidak tergoda untuk mengambil uang itu. Ia mengembalikan dompet kepada pemiliknya. Lalu, untuk kedua kalinya ia menemukan sebuah dompet yang berisi banyak uang. Untuk kedua kalinya pula ia memilih untuk mengembalikan dompet kepada pemiliknya. Pemilik dompet itu sangat kagum dan tertarik melihat kejujurannya. Ia memberikan rekomendasi agar Bram dipromosikan menjadi kepala gudang di perusahaan tempat ia bekerja. Akhirnya, Bram diberkati di perusahaan sehingga ia hidup berkelimpahan. Suatu saat ia menunjukkan mobil baru yang dibeli dari penghasilannya kepada saya dan berkata: “Pak, mobil ini adalah bukti dari berkat-berkat yang saya terima karena saya intim dengan Tuhan lewat ibadah (Touching Heaven Changing Life).”

Praktek
1. Apakah Anda mempraktekkan ibadah dalam hubungan dengan orang-orang yang ada di sekitar Anda? Praktekkanlah dengan konsisten.
2. Menanam firman di hati: Matius 5:16

2014-01-21T03:47:54+07:00