//08/08/13 – Kehendak manusia vs Kehendak Allah

08/08/13 – Kehendak manusia vs Kehendak Allah

Kamis, 08 Agustus 2013

KEHENDAK MANUSIA VS KEHENDAK ALLAH

Bacaan Firman
Bacalah Yunus 4:1-11 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Bacalah seluruh pasal ini, apa kehendak nabi Yunus yang mewakili manusia (ayat 1-8)?
2. Apa kehendak Allah bagi manusia
(ayat 9-11)?

Dalam renungan Saat Teduh kita hari ini, ada pelajaran penting yang perlu dipahami dengan benar yakni Allah tidak menghendaki seorang pun yang binasa, tetapi berbalik dari kejahatan dan bertobat. Yunus adalah nabi yang melayani Tuhan pada masa pemerintahan Yerobeam II di Kerajaan Utara Israel (2 Raja-raja 14:25). Ia takut akan Allah, sehingga Allah mengutusnya, ”Bangunlah pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepadaKu,” (Yunus 1:2). Niniwe adalah kota besar berpenduduk lebih dari 120.000 ribu orang, tapi tidak bisa membedakan tangan kanan dari tangan kiri (ayat 11). Tuhan mengutus Yunus, karena ia pasti sudah mengetahui kehendak Tuhan, sehingga ia harus taat tanpa syarat. Lalu, mengapa Yunus tidak taat? Niniwe adalah ibu kota Asyur, bangsa yang fasik, kejam dan dursila dan sering memerangi bangsa Israel (2 Raja-raja 19:36). Orang Niniwe suka berbuat jahat dan melawan Allah serta hidup sesuai dengan ego mereka. Jadi, Yunus menghendaki agar Allah menghukum Niniwe, tetapi Allah malah memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat. Mengapa Allah berbuat baik pada Niniwe? Karena Allah ingin menunjukkan kasih setiaNya kepada Niniwe bahwa mereka pun layak menerima pengampunan. Itulah sebabnya, Allah berfirman kepada Yunus, “Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya sedikit pun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula. Bagaimana tidak Aku akan sayang kepada Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang banyak?” (ayat 10-11). Kita harus tahu bahwa sebenarnya Allah dapat saja melakukannya tanpa ada bantuan dari Yunus, yakni kita sebagai manusia. Namun Allah ingin melibatkan kita dalam rencana dan kehendakNya bagi keselamatan manusia. Jadi, kita harus menganggap pelayanan kita sebagai anugerah dan bukan karena jasa-jasa kita.

Praktek
Apa komitmen Anda setelah membaca merenungan firman Tuhan hari ini? Bagikanlah pengalaman Anda kepada teman-teman di komsel.

2013-07-25T04:03:55+07:00