//08/08/16 – Mengkhianati perjanjian pernikahan

08/08/16 – Mengkhianati perjanjian pernikahan

Senin, 08/08/2016

MENGKHIANATI PERJANJIAN PERNIKAHAN

M1 – Membaca firman di hadirat Kristus

Matius 5:31-32

 

M2 – Merenungkan firman di hadirat Kristus

1. Apakah yang didengar oleh orang-orang Yahudi tentang perceraian? (ay. 31)

2. Apa pula yang Yesus katakan tentang perceraian dan pernikahan ulang? Mengapa? (ay. 32)

3. Apakah ada ketidaksetiaan di hati Anda terhadap perjanjian pernikahan Anda sendiri?

Orang Farisi beranggapan bahwa mereka telah mempraktikkan kesetiaan kepada pernikahan jika mereka tidak sembarangan bercerai. Bagi mereka, bila bercerai mereka harus memberikan surat cerai. Padahal, menurut Yesus tidak ada alasan apa pun untuk bercerai, kecuali percabulan (“porneo”), yaitu bagi pasangan yang bertunangan. Dalam budaya orang Yahudi saat itu, pasangan yang telah bertunangan telah disebut “suami-istri”. Pengertiannya adalah jika salah satu pasangan yang bertunangan tersebut berhubungan seks dengan orang lain, hal itu adalah dosa percabulan (“porneo”). Ini berbeda dengan dosa perzinahan (“moichao”), yakni jika hal serupa terjadi dalam konteks pasangan yang telah menikah. Pada kasus pertunangan, karena belum terjadi kesedagingan, jika terjadi ketidaksetiaan Yesus mengizinkan terjadi perceraiaan. Tetapi, pada pasangan suami istri dalam pernikahan yang sudah lahir baru, kedua-duanya sudah masuk ke dalam perjanjian nikah, sehingga tidak boleh terjadi perceraian, dengan alasan apa pun. Karena itu, marilah kita menjaga kesetiaan pada perjanjian nikah, kita dimulai dari hati kita.

M3 – Mendengar dan melakukan firman Kristus

M4 – Membagikan firman Kristus

2016-07-26T07:49:41+07:00