09/01/19

Rabu, 9/1/2019

  • Bacaan: Kejadian 25-27 serta Matius 25-27
  • Bacalah pasal-pasal ini di dalam hadirat Kristus; mintalah tuntunan Roh Kudus agar kita dapat mengerti gambar besar dari isi pasal-pasal yang dibaca.

 

Pendalaman PL dan PB: Kejadian 25:19-34; Matius 25:14-30

  1. Bacalah beberapa kali perikop ini.
  2. Lakukan langkah M1 dan M2 (baca bagian PETUNJUK 4 LANGKAH BELAJAR ALKITAB/4M di awal materi renungan ini). Belajarlah dan catatlah hal-hal yang didapat dari kedua langkah itu.
  3. Catatlah renungan pribadi hari ini dan buatlah rencana M3 dan M4.

 

Renungan PL:

Kembali Allah membuktikan betapa Dia adalah Allah yang berkuasa menggenapkan perjanjian yang dibuat-Nya dengan Abraham, ayah Ishak. Tuhan melakukan mukjizat dengan membuka kandungan Ribkah yang mandul, sehingga ia mengandung dua anak kembar, Esau dan Yakub. Esau tidak menghargai hak kesulungannya sehingga akhirnya ia “menjualnya” demi sepiring kacang merah. Surat Ibrani mengatakan bahwa Ishak menjual hak kesulungannya dengan hawa nafsu yang rendah. Apakah hak kesulungan itu? Hak kesulungan adalah gambaran “hak menjadi anak Allah”. Hak memiliki “roh anak sulung” yaitu Roh Kristus (Roma 8:23; Ibr. 12:23). Inilah yang ditolak Esau dan ditukarkannya dengan apa yang diinginkan hawa nafsunya.

 

Dalam zaman Perjanjian Lama, anak sulung harus berfungsi sebagai imam. Karena anak sulung orang Israel tidak berfungsi sebagai imam, seluruh bangsa Israel menyembah

berhala; maka, fungsi anak sulung diambil dan diberikan kepada suku Lewi (Bil. 3:11-12). Seharusnya seluruh orang Israel adalah imam-imam, tetapi setelah mereka menyembah berhala mereka jatuh ke dalam imamat Lewi. Tadinya Israel seharusnya adalah imam bangsa-bangsa, sekarang kenyataannya menjadi lebih “kecil”: suku Lewi menjadi imam bangsa Israel saja.

 

Renungan PB:

Perumpamaan tentang talenta ini adalah salah satu dari beberapa perumpamaan yang menjelaskan bagaimana orang percaya harus berjaga-jaga dalam menghadapi kedatangan Tuhan, yang akan mengangkat orang pilihan (orang percaya sejati/orang benar) dari orang yang tidak percaya/tidak benar (orang percaya palsu) (Mat. 24:30-31;37-44). Hamba yang jahat, gadis yang bodoh, hamba yang diberi satu talenta, kambing, adalah gambaran orang Kristen palsu yang akan tertinggal dan dipisahkan dari orang benar/orang pilihan yang diangkat oleh Tuhan.

2019-10-12T10:04:47+07:00