//09/02/14 – Ibadah dalam penginjilan

09/02/14 – Ibadah dalam penginjilan

Minggu, 09/02/2014

IBADAH DALAM PENGINJILAN

Bacaan Firman
Bacalah Mazmur 67:1-8 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang diungkapkan oleh penulis Mazmur 67 di dalam ibadahnya? (ayat 1-2)
2. Setelah “sela” (selang waktu untuk perenungan), hal apakah yang selanjutnya diungkapkan oleh penulis? (ayat 3-8).

Ketika penulis Mazmur beribadah bersama-sama, doa yang dipanjatkan terkesan berpusat kepada “berkat-berkat” yang mereka terima. Namun, setelah “sela” (selang waktu untuk perenungan), maka Tuhan menyatakan dalam doa-doa mereka selanjutnya tentang tujuan diberikannya hadirat dan berkat-berkat Tuhan pada mereka. Ternyata, hadirat dan berkat Tuhan diberikan kepada mereka supaya jalan keselamatan Tuhan diketahui oleh bangsa-bangsa. Supaya semua suku-suku bangsa datang menyembah Tuhan. Jadi, ibadah mengubah fokus dari doa-doa kita. Melalui ibadah, Tuhan menggerakkan kita untuk memberitakan keselamatan pada orang-orang yang belum diselamatkan. Ibadah memutarbalikkan fokus hidup kita dari hadirat dan berkat-berkat Tuhan untuk diri sendiri kepada penjangkauan jiwa.

Suatu saat istri saya berada di salon. Dari cermin ia memperhatikan wajah wanita yang merapikan rambutnya. Istri saya mulai mempraktekkan ibadah “on the spot” (di tempat). Ketika ia menyerahkan diri kepada Tuhan untuk dipakai, ia berdoa untuk keselamatan wanita itu. Setelah berdoa meminta petunjuk mengenai kata-kata apa yang harus disampaikan, tiba-tiba secara spontan muncul kata “tertolak.” Dari kata tertolak itu ia mengucapkan kata-kata profetik yang membongkar isi hati wanita itu. Ia terkejut karena kata yang disampaikan begitu tepat sesuai kondisi hati wanita yang sedang galau dan kosong itu. Melalui perkataan profetik tersebut, wanita itupun percaya Injil dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya.

Praktek
1. Praktekkanlah ibadah dalam kaitan penginjilan, baik ketika bersaat teduh di rumah maupun “on the spot” (di tempat).
2. Menanam firman di hati: Mazmur 67:2-3

2014-01-21T03:50:10+07:00