//09/04/13 – Menjaga perkataan dengan berdiam diri

09/04/13 – Menjaga perkataan dengan berdiam diri

Selasa, 09/04/2013

MENJAGA PERKATAAN DENGAN BERDIAM DIRI

Bacaan Firman
Bacaan hari ini sama dengan kemarin, Yosua 6:1-27. Mintalah pada Tuhan agar Ia membukakan banyak hal baru bagi kita hari ini.

Pertanyaan renungan
1. Hal spesifik apa yang dilakukan Israel ketika mengelilingi tembok Yerikho? (ayat 2-10).
2. Perhatikan proses Bangsa Israel mengelilingi tembok Yerikho, Hal-hal unik apakah yang terjadi?

Mereka bahkan mengelilingi temboknya selama 7 hari. Selama 6 hari, mereka hanya bisa mengelilinginya 1 kali. Tetapi, pada hari ke-tujuh, mereka mengelilinginya sebanyak 7 kali. Sesuatu yang melelahkan dan membosankan. Itulah pikiran normal manusia. Bagi bangsa Israel, mereka mungkin lebih senang untuk maju dan langsung berperang. Tetapi, yang mereka lakukan adalah berjalan mengelilingi tembok selama 6 hari dengan mulut terkatup dan tak boleh mengeluarkan sepatah katapun ketika mengelilingi tembok Yerikho. Wah benar-benar perjuangan untuk menguasai diri. Luar biasa, mereka taat dan memperoleh kemenangan. Terkadang Tuhan menyuruh kita untuk melakukan hal yang sama seperti orang Israel ini. Tuhan mau agar kita bisa MENJAGA MULUT dan PERKATAAN kita. Salomo berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu. Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka. Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu. Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan,”(Amsal 4:23–27). DIA ingin kita BERDIAM DIRI agar bisa mendengar suara, arahan dan tuntunanNya. Kata nabi Yesaya, “Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: “Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu,”(Yesaya 30:15). Ketika kita menjaga perkataan dan berdiam diri, maka Tuhan akan menyatakan diriNya lewat Firman Tuhan, untuk mengajarkan jalan-jalan yang harus kita tempuh menuju kemenangan. Rindukah Anda untuk mengalaminya?

Praktek:
Belajarlah menjaga perkataan dan berdiam diri untuk mendengar suara, arahan dan tuntunan Tuhan. Bagikan pengalaman Anda dalam pemuridan one on one dan komsel.

2013-03-27T07:33:58+07:00