//09/06/13 – Pantang menyerah

09/06/13 – Pantang menyerah

Minggu, 09/06/2013

PANTANG MENYERAH

Bacaan Firman
Bacalah Hakim-hakim 16:23-31 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Dalam keadaan buta, apa doa Simson kepada Tuhan? (ayat 28). 
2. Apa yang terjadi pada orang yang pantang menyerah?(ayat 30).

Pernahkah Anda kalah dan jatuh ke dalam dosa, meski Anda sudah lahir baru? Apakah Anda menyerah karena sudah tidak berdaya lagi untuk menjalani hidup ini? Jika Anda menyerah dengan kondisi saat ini karena dosa-dosa yang telah Anda lakukan, marilah kita melihat ke dalam halaman-halaman kitab suci untuk menemukan jawabannya. Dalam renungan Saat Teduh hari ini, ada suatu pengalaman unik dari seorang hakim Israel yang terkenal, yakni Simson. Ia adalah seorang pria yang gagah perkasa karena Roh Tuhan memimpin hidupnya. Ketika Roh Tuhan ada pada Simson, maka singa pun dicabik-cabiknya seperti anak kambing. Ia pernah menangkap tiga ratus ekor anjing hutan dan mengikatkan ekor mereka dengan obor yang apinya masih menyala. Ia membakar seluruh gandum orang Filistin. Tapi, karena dosa kedagingan yang tidak dikendalikan, ia jatuh ke dalam dosa percabulan dengan Delila, sehingga orang Filistin menangkap dan mencungkil kedua matanya sampai buta. Dikatakan, “Orang Filistin itu menangkap dia, mencungkil kedua matanya dan membawanya ke Gaza. Di situ ia dibelenggu dengan dua rantai tembaga dan pekerjaannya di penjara ialah menggiling,”(Hakim-hakim 16:21). Simson seakan-akan tak berkutik lagi. Tetapi Salomo menulis, “Sebab tujuh kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali, tetapi orang fasik akan roboh dalam bencana,” (Amsal 24:16). Benar. Simson bangun kembali. Rambut Simson tumbuh kembali. Ketika Simson dipaksa untuk melawak di hadapan raja-raja kota orang Filistin, maka ia pun berdoa, “Ya Tuhan ALLAH, ingatlah kiranya kepadaku dan buatlah aku kuat, sekali ini saja, ya Allah, supaya dengan satu pembalasan juga kubalaskan kedua mataku itu kepada orang Filistin,”(ayat 28). Ia merangkul kedua tiang yang paling tengah, lalu bertopang kepada tiang yang satu dengan tangan kanan dan tiang yang lain dengan tangan kiri. Simson membungkuk dan rubuhlah kedua tiang tersebut sampai menimpa raja-raja kota itu dan seluruh orang banyak yang ada di dalamnya. Luar biasa, yang mati dibunuh pada waktu mati lebih banyak dari pada yang dibunuhnya pada waktu hidup. Itulah Simson. Ia pantang menyerah. Bagaimana dengan Anda?

Praktek:
Evaluasilah diri: di mana letak kelemahan Anda? Apa yang perlu diperbaiki? Buatlah komitmen untuk bangkit lagi setelah Anda mengalami kegagalan. Jadilah perkasa bersama Tuhan.

2013-05-28T07:37:43+07:00