//09/09/12 – Hati yang setia

09/09/12 – Hati yang setia

Minggu, 09/09/2012

HATI YANG SETIA

Bacaan Firman :
Bacalah Rut 1:7-22 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan
1. Hal apakah yang membuat Rut tetap bersikeras untuk mengikuti Naomi?
2. Bagaimana respon Rut ketika Naomi menyuruhnya pulang?

Jika Anda membaca firman Tuhan hari ini, biarkanlah Roh Kudus memberikan kepada Anda hal-hal baru yang Anda belum tahu. Rut adalah seorang wanita Moab yang dinikahi oleh Mahlon, anak Elimelekh dari Betlehem – Yehuda. Elimelekh bersama Naomi dan kedua anaknya Mahlon dan Kilyon pindah ke Moab dan tinggal selama 10 tahun di sana. Mahlon menikah dengan Rut dan Kilyon dinikahkan dengan Orpa. Lalu, Elimelekh dan kedua anaknya meninggal, sehingga tinggal 3 janda dalam satu rumah. Karena itu, Naomi memutuskan untuk kembali ke Yehuda. Ia berkata pada kedua menantunya, “Kalian pulang saja ke rumah ibumu. Semoga TUHAN baik terhadap kalian seperti kalian pun baik terhadap saya dan terhadap mereka yang telah meninggal itu. Semoga TUHAN berkenan memberikan jodoh kepada kalian supaya kalian berumah tangga lagi,” (ayat 8-9, terjemahan IBIS). Setelah itu, mereka bertiga menangis keras-keras, “Tidak, Bu! Kami ikut bersama Ibu.” Tetapi Naomi melarang mereka, “kalian lebih baik pulang. Untuk apa kalian ikut dengan saya? Bukankah saya tak bisa lagi melahirkan anak untuk menjadi suamimu? Pulanglah, nak, sebab saya sudah terlalu tua untuk menikah lagi. Dan seandainya masih ada juga harapan bagi saya untuk menikah malam ini juga dan mendapat anak laki-laki, apakah kalian mau menunggu sampai mereka besar? Masakan karena hal itu kalian tidak menikah dengan orang lain? Tidak, anakku, janganlah begitu! Saya merasa sedih akan apa yang kalian harus alami karena hukuman TUHAN kepada saya,”(ayat 11-13, terjemahan IBIS). Lalu, Orpa pun pulang. Tetapi, Rut tidak mau berpisah dengan Naomi. Sekalipun didesak, Rut tidak mau pulang, bahkan ia berkata, “Ibu, janganlah Ibu menyuruh saya pulang dan meninggalkan Ibu! Saya mau ikut bersama Ibu. Ke mana pun Ibu pergi, ke situlah saya pergi. Di mana pun Ibu tinggal, di situ juga saya mau tinggal. Bangsa Ibu, itu bangsa saya. Allah yang Ibu sembah, akan saya sembah juga. Di mana pun Ibu meninggal, di situ juga saya mau meninggal dan dikuburkan. TUHAN kiranya menghukum saya seberat-beratnya, jika saya mau berpisah dari Ibu, kecuali kematian memisahkan kita!”(ayat 16-17, terjemahan IBIS). Luar biasa, ungkapan hati Rut yang tetap setia. Mereka tiba di Betlehem pada permulaan musim panen gandum.
Kisah ini memberikan pelajaran yang luar biasa, bahwa orang yang setia pasti menerima upah dari Tuhan pada waktunya. Rut tetap setia dan akhirnya mendapatkan yang terbaik, karena ia menjadi ibu leluhur dari Tuhan Yesus. Bagaimana dengan kita? Apakah kita juga mau setia?

Praktek
Apa perintah Tuhan untuk kita lakukan dari ayat Firman Tuhan ini? Apa janji Tuhan yang harus kita pegang? Apa komitmen Anda untuk dilakukan?

2012-08-23T04:11:23+00:00