//09/11/12 – Beranilah hidup benar meski orang lain berbuat dosa

09/11/12 – Beranilah hidup benar meski orang lain berbuat dosa

Jumat, 09/11/2012

BERANILAH HIDUP BENAR MESKI ORANG LAIN BERBUAT DOSA

Bacaan Firman
Bacalah Kejadian 6:9-22 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini

Pertanyaan Renungan.
3. Bagaimana dengan riwayat Nuh ketika semua orang berbuat dosa di zamannya?(ayat 9-12)?
4. Menurut Anda, mengapa Tuhan memilih Nuh? (ayat 13-22)?

Sekarang kita hidup pada suatu zaman di mana keadaan yang terjadi di sekeliling kita mirip dengan gaya hidup orang-orang yang hidup di zaman Nuh. Hal ini dikatakan oleh Yesus, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua,”(Lukas 17:26-29). Setelah selesai menjelaskan kedua contoh tentang gaya hidup orang-orang di zaman dulu, maka Yesus memberikan peringatan yang sangat keras, meskipun luput dari perhatian kita, “Ingatlah akan isteri Lot!,”(Lukas 17:32). Sebenarnya Yesus sedang memberikan penegasan, “Beranilah hidup benar meski orang lain tetap berbuat dosa.” Peringatan Yesus tentang isteri Lot ini seharusnya memberikan suntikan moril bagi kita untuk tetap hidup benar meski orang lain berbuat dosa di sekeliling kita. Cobalah kita membayangkan tekanan yang harus dihadapi oleh Nuh untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Nuh pasti bergumul untuk hidup benar, dikala semua orang berbuat dosa sesuka hati. Meski demikian, Nuh berani hidup benar, sehingga Allah memilih dia untuk menyelamatkan semua makluk hidup di bumi. Jikalau Nuh tidak berani hidup benar, maka tidak akan ada yang selamat. Semua pasti punah. Jika Nuh hidup benar di zaman purbakala, mengapa kita tidak bisa? Padahal kita sudah memiliki kasih karunia dan anugerah kebenaran dari Tuhan untuk hidup benar di hadapan Tuhan. Mari, kita bisa hidup benar, karena Tuhan Yesus menyertai kita.

Praktek
Lakukan evaluasi terhadap gaya hidup kita: apakah kita sudah berani hidup benar? Hal apakah yang menghalangi kita untuk hidup benar? Bagikan pengalaman Anda di dalam komsel.

2012-10-25T04:25:52+00:00