//09/12/13 – Tubuh dikuasai respon otomatis

09/12/13 – Tubuh dikuasai respon otomatis

Senin, 09 Desember 2013

TUBUH DIKUASAI RESPON OTOMATIS

Bacaan Firman
Bacalah Roma 12:1; Roma 6:19-20 dengan hati yang berdoa untuk menerima pencerahan dari Allah dalam saat teduh hari ini.

Pertanyaan Renungan
1. Mengapa kita harus terus-menerus mempersembahkan tubuh kita? (Roma 12:1). Apa yang dikatakan oleh Paulus tentang kemerdekaan dan perhambaan? (Roma 6:19).
2. Bagaimanakah caranya menjadikan tubuh kita hamba kebenaran? (Roma 6:20)

Alasan terakhir mengapa kita harus senantiasa mempersembahkan tubuh kita, adalah karena tubuh kita harus terus-menerus diserahkan untuk menjadi hamba kebenaran. Mengapa dalam ibadah sejati kita harus terus-menerus mempersembahkan tubuh dan bukan roh kita? Kristus berkata, “Roh memang penurut, tetapi daging lemah,” (Matius 26:41). Roh yang telah didiami oleh Roh Kudus adalah roh yang taat (Yehezkiel 36:26), namun tubuh kita lemah. Marilah kita melihat bagaimana tubuh kita diperbudak oleh dosa. Cara tubuh kita diperbudak oleh dosa adalah sama prinsipnya seperti tubuh yang dikuasai oleh sebuah kebiasaan (baik ataupun buruk). Contoh: kebiasaan naik sepeda (respon otomatis) ditentukan oleh 2 hal, yaitu: pengetahuan mengendarai sepeda dan praktek yang terus-menerus. Ketika kita mula-mula belajar naik sepeda, kita tegang karena pikiran sadar kita harus berkonsentrasi mengatur tubuh kita untuk mengendarai sepeda. Akan tetapi, ketika pengetahuan itu terus-menerus dipraktekkan, maka pengetahuan itu akhirnya masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita. Begitu pengetahuan itu berada dalam memori bawah sadar kita, maka ia akan memperhamba tubuh kita untuk secara otomatis mengendarai sepeda. Demikian pula dengan dosa dan kebenaran dalam tubuh kita. Karena pikiran dosa yang berulang-ulang dipikirkan telah masuk ke dalam pikiran bawah sadar kita, maka tubuh otomatis dikuasai oleh dosa untuk melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Bagaimana caranya agar kita dapat dipulihkan? Kita harus terus-menerus menyingkirkan pikiran-pikiran dosa dan memori bawah sadar kita. Kita harus terus-menerus menyerahkan tubuh kita untuk terus-menerus mentaati kebenaran sampai tubuh kita menjadi hamba kebenaran. Sampai kita menghasilkan respon otomatis yang benar di dalam tubuh kita.

Praktek
1. Temukan pikiran berdosa apakah yang menguasai tubuh Anda, sehingga tubuh terikat oleh respon otomatis yang berdosa. Singkirkan pikiran berdosa tersebut dan serahkan terus-menerus tubuh Anda kepada kebenaran, sampai tubuh Anda diperhamba oleh kebenaran, dan hal itu menjadi respon otomatis.
2. Renungkan berulang-ulang Roma 6:19. Doakanlah agar ayat ini terjadi di dalam kehidupan Anda.

2013-11-23T03:04:08+07:00