//1 Tawarikh : Gambaran tentang Kristus dan kerajaanNya

1 Tawarikh : Gambaran tentang Kristus dan kerajaanNya

 

 

Silsilah (1 Tawarikh 1-9)

Susunan silsilah adalah suatu hal yang sangat penting. Dengan silsilah itu, orang Yahudi dapat mengerti dari mana asal mereka dan siapakah mereka sesungguhnya. Silsilah juga dipelihara dalam bentuk catatan tertulis supaya kita dapat melihat bahwa sungguh Yesus Kristus datang dari keturunan Daud dan menjadi bukti bahwa Allah memelihara perjanijianNya, yaitu perjanjian yang diberikan kepada Abraham, Ishak dan Yakub serta Daud.

1 Tawarikh dimulai dengan silsilah dari Adam sampai Abraham, yang berlangsung selama dua ribu tahun. Dalam pasal pertama, tercatat silsilah bangsa-bangsa dunia. Ada 10 generasi dari Adam sampai Nuh. (lihat Kejadian 5). Dari tiga anak Nuh, yaitu Sem, Ham dan Yafet, lahirlah semua bangsa yang ada.

* Dari Yafet muncul bangsa-bangsa Eropa, yaitu bangsa Barat dan Utara.

* Dari Ham berasal bangsa Kanaan, Mesir, Etiopia, Afrika, yaitu bangsa-bangsa Selatan.

* Dari Sem berasal bangsa Arab dan Israel dan bangsa-bangsa Timur.

Sesudah Nuh, ada 10 generasi lagi sampai lahirnya Abraham. Kemudian dicatat juga keturunan Abraham, yang terdiri dari anak-anak Ismael, anak-anak gundiknya Keturah, dan anak-anak Esau. Orang-orang inilah yang merupakan asal-usul segala bangsa di dunia. (1 Taw. 1)

Dalam tujuh pasal berikutnya, didaftarkan silsilah dari bangsa Israel, umat Tuhan. Dengan itu kita menyaksikan bagaimana Tuhan menghitung dan memelihara umatNya. Israel.

Dari Yakub, muncullah keduabelas suku. Suku pertama yang dicatat adalah Yehuda, suku kerajaan. Sebenarnya Yehuda bukan anak pertama, melainkan yang keempat. Anak pertama Yakub adalah Ruben, yang kehilangan hak kesulungannya karena dosa. Yehudanya menggantikannya dan menerima warisan sebagai anak sulung. Daud yang dipilih oleh Tuhan untuk memimpin Israel, adalah keturunan Yehuda. Daud memiliki 20 anak, tujuh orang lahir di Hebron dan tiga belas lahir di Yerusalem. (1 Taw. 2)

Keturunan Yehuda yang lain didaftarkan dalam pasal tiga, bersama keturunan Simeon. Sedangkan keturunan Rubin, Gad dan Manasye diterangkan dalam pasal empat dan lima. (1 Taw. 3-5)

Silsilah Lewi yang menjadi suku imamat kemudian juga didaftarkan. Suku Lewi terdiri dari penyanyi-penyanyi dan imam-imam yang mempersembahkan korban dan melayani dalam Bait Allah. Mereka diberi kota-kota khusus di seluruh Israel, termasuk kota perlindungan di mana orang yang kena hukuman mati bisa lari untuk mencari perlindungan. (1 Taw.  6)

Pasal ketujuh meneruskan silsilah Israel dengan Isakhar, Naftali, Manasye, Efrayim, Asyer dan Benyamin. (1 Taw. 7)

Kemudian didaftarkanlah mereka dari suku Lewi yang merupakan penduduk Yerusalem. Mereka terdiri dari para imam, orang-orang Lewi, penunggu pintu, pengurus perkakas ibadah, perabotan, tepung, anggur, serta minyak kemenyan dan rempah-rempah. Ada juga yang mengolah roti atau mengurus roti sajian sedangkan yang lain adalah penyanyi yang sibuk melayani siang malam. (1 Taw 8-9)

 

Sejarah Kerajaan Daud (1 Tawarikh 10-29)

Bagian kedua dalam 1 Tawarikh berhubungan dengan sejarah. Meskipun sejarah itu sudah kita baca di dalam kitab 2 Samuel, di sini khususnya sejarah kerajaan Daud diceritakan kembali. Kali ini, yang ditegaskan adalah peranan imam dan ibadah kepada Tuhan, serta bagaimana Tuhan memerintah atas kerajaan manusia.

Cerita sejarah iini dimulai dengan kisah tentang raja pertama, yaitu Saul, di mana kematian Saul dan anaknya oleh orang Filistin dijelaskan. Kematian itu terjadi karena Saul tidak setia kepada panggilannya, tidak berpegang pada Firman, serta justru meminta petunjuk dari arwah dan tidak meminta petunjuk Tuhan. (1 Taw. 10)

Raja kedua adalah Daud. Dia diurapi di Hebron sebagai raja dan menjadi gembala bagi Israel.  Semua tua-tua mengurapi dia. Sebagian dari sejarah Daud dikisahkan ulang di sini. Pada mulanya diceritakan tentang serangan dan perebutan kota Sion, yaitu kota Daud yang menjadi lambang pusat kerajaan Allah, kota Allah. Sesudah itu, didaftarkan semua pahlawan Daud. Ditegaskan bahwa Tuhanlah yang memberikan kemenangan besar, bahwa semuanya digerakkan oleh Roh Allah dan bahwa tentara Daud menjadi seperti tentara Allah. (1 Taw. 11-12)

Selain itu, diceritakan kembali tentang penggembalian tabut Allah. Daud memang bermaksud baik, tetapi sayang caranya salah. Mereka berusaha mengembalikan tabut itu di atas kereta baru. Padahal menurut Firman Tuhan, tabut harus diangkat atas pundak imam-imam. Akibatnya ada seseorang bernama Uzza yang meninggal. Daud menjadi takut dan berkata, “Bagaimanakah aku dapat membawa tabut Allah itu ke tempatku?” Karena itu, tabut Allah tinggal di rumah Obed-Edom selama tiga bulan dan membawa berkat kepada keluarganya. Perlu ditegaskan bahwa tabut Allah menggambarkan hadirat Tuhan di tengah umatNya dan menjadi pusat segala pujian penyembahan dan ibadah.  (1 Taw. 13)

Selanjutnya, dikisahkan bahwa kerajaan Daud pun makin ditegakkan hingga Daud membangun istananya di Yerusalem.  Ia menghadapi orang Filistin lagi dan dengan petunjuk Allah dia mengalahkan mereka. (1 Taw. 14)

Akhirnya, Daud menyiapkan tempat bagi tabut perjanjian. Kemah Daud didirikan dan tabut Allah kembali ke Yerusalem.  Daud sudah belajar bahwa tabut perjanjian harus dibawa kembali ke rumah Tuhan dengan jalan yang benar. Karena itu ia memanggil imam-imam dan ia mengakui kesalahannya.  Karena tidak meminta petunjuk Tuhan dan tidak melakukan apa yang diperintahkan dalam taurat Musa, hukuman Tuhan dilaksanakan. Daud juga mengumpulkan orang Lewi untuk menjadi penyanyi dan musisi dengan memakai alat musik seperti gambus, kecapi, dan ceracap.  Daud memakai jubah seperti imam, yaitu baju efod dari kain lenan dan membawa tabut perjanjian Tuhan sampai ke kota Daud. Juga disebut bahwa Mikhal melihat Daud melompat-lopat dan menari-nari dan memandang rendah pada Daud di dalam hatinya. (1 Taw. 15)

Tabut Perjanjian kemudian ditempatkan di kemah Daud, yang ditahbiskan sebagai tempat pujian dan penyembahan. Daud menyanyikan nyanyian syukur berdasarkan perjanjian yang diberikan Tuhan kepada Abraham, Ishak dan Yakub. Nyanyian itu berbicara tentang kedatangan Tuhan sebagai hakim atas dunia.  Kemudian penyembahan diteruskan siang malam oleh para imam dan banyak mazmur diciptakan dan dicatat dalam kitab Mazmur. (1 Taw. 16)

Perjanjian Daud pun ditetapkan. Allah menyatakan dirinya kepada Daud sebagai Bapa yang penuh kasih setia. JanjiNya diberikan kepada Daud, bahwa kerajaannya akan kekal selama-lamanya. Daud pun memberi respon berupa nyanyian pujian dan penyembahan. (1 Taw. 17)

Selanjutnya, kita dapat membaca bahwa Kerajaan Israel dibangun dan didasarkan atas perjanjian Allah. Tetapi, masih ada musuh-musuh Israel sekelilingnya dan perang terus dilanjutkan. Mereka harus menghadapi orang Filistin, orang Moab, orang Siria, dan orang Amalek. Pemerintahan Daud sangat rapi dan diatur/disusun dengan baik, sehingga keadilan dan kebenaran terjamin di dalam kerajaannya.  Namun ternyata, peperangan tidak berhenti. Daud juga harus melawan Amon dan Siria dan orang-orang raksasa dari Filistin. Semua musuhnya harus dikalahkan melalui peperangan. (1 Taw. 18-20)

Di pasal berikutnya, kita melihat bahwa walaupun semua sepertinya berjalan dengan baik dalam kerajaan Daud, masih ada lawan yang terutama, yaitu Iblis. Iblis membujuk Daud untuk menghitung orang Israel dan mengadakan sensus. Sumber dari godaan untuk melakukan sensus ini adalah kesombongan. Walaupun Yoab menegur Daud, namun terpaksa Yoab melakukan perintah ini. Karena kejahatan itu, Tuhan menghukum Israel. Penyakit sampar melanda Israel dan tujuh puluh ribu orang mati sebagai akibatnya. Malaikat Tuhan yang mendatangkan maut itu akhirnya berhenti di tempat pengirikan Ornan. Di sana Daud membeli tempat pengirikan itu dan mendirikan mezbah. Tempat itu yang menjadi tempat di mana kemudian dibangun bait Allah, rumah Tuhan. (1 Taw. 21)

Daud memiliki visi dan kerinduan untuk mempersiapkan pembangunan rumah Tuhan. Tuhan juga sudah menyampaikan kepada Daud bahwa karena ia sudah menumpahkan sangat banyak darah, dia tidak akan diizinkan mendirikan rumah Tuhan, tetapi akan ada seorang anak laki-laki yang akan lahir baginya, yang akan membawa keamanan dan akan membangun rumah Tuhan, dan Tuhan akan mengokohkan takhta kerajaannya. (1 Taw. 22)

Di pasal-pasal selanjutnya, nampak jelas bahwa seluruh peraturan kerajaan Daud dipusatkan kepada pelayanan dan ibadah kepada Tuhan. Imam-imam dan semua orang Lewi didaftarkan. Ada dua puluh empat rombongan yang terdaftar, yang kemudian dibagi dalam rombongan menurut keluarganya, untuk melakukan pekerjaan dan menyelenggarakan ibadah di Kemah Pertemuan, yaitu tabernakel Musa yang didirikan di atas Gunung Gibeon.  Tugas-tugas mereka juga dijelaskan di pasal-pasal ini. (1 Taw. 23-24)

Selain itu, ada imam-imam yang melayani di Pondok Daud. Mereka ditunjuk sebagai penyanyi dan pemain musik. Pelayanan mereka juga termasuk bernubuat dan menyanyikan nyanyian Tuhan serta mazmur profetis. Daud bertindak sebagai imam dan nabi.  Ayah-ayah disebutkan memiliki peran penting dalam memimpin dan melatih rombongannya. Kita melihat ada tiga pemimpin utama, yaitu Asaf, Heman dan Yedutun. Mereka mengajar nyanyian Tuhan. Ada 288 orang Lewi yang ditunjuk supaya untuk dua puluh jam sehari selalu ada dua belas imam yang memuji dan menyembah Tuhan. Dibuang undi untuk giliran supaya jangan ada yang melebihi yang lain dalam menjalankan tugasnya tetapi supaya semua punya derajat dan kesempatan yang sama. (1 Taw. 25)

Orang Lewi yang lain juga mempunyai berbagai peran dan fungsinya masing-masing. Ada yang dipanggil sebagai penunggu pintu. Mereka mempunyai tugas melayani di rumah Tuhan dan menjadi penjaga kota. Ada yang lain yang mengawasi perbendaharaan rumah Allah atau menjadi pegawai untuk raja Daud. (1 Taw. 26)

Orang Israel yang terdiri dari kedua belas suku itu juga diatur sebagai pasukan tentara. Setiap suku diberi tugas selama satu bulan dalam setahun. Setiap rombongan berjumlah dua puluh empat ribu orang. Kepala-kepala setiap suku juga didaftarkan dan pegawai lain yang mengawasi persediaan, pekerjaan, binatang di desa dan di kota. Semua ini menunjukkan bahwa kerajaan Daud benar-benar teratur dengan rapi. (1 Taw. 27)

Daud menyelesaikan hidup dan tanggung jawabnya dengan baik.  Ia mengumpulkan semua pemimpin di Yerusalem dan menganjurkan mereka, terutama Salomo, untuk memelihara segala perintah Tuhan dan membangun rumah Tuhan. Segala rencana bangunan bait Allah yang telah disiapkan Daud diberikannya kepada Salomo. Daud juga memberikannya segala bahan untuk pembangunan. Karena cinta kepada rumah Allah, Daud sudah membuat semua persiapan itu, walau dia tidak diizinkan oleh Tuhan untuk melakukan pembangunan itu sendiri. Kemudian kita melihat bahwa para pemimpin memberi persembahan dengan kerelaan dan sukacita. Daud memuji Tuhan dengan mazmur dan berdoa sambil memerintahkan agar segenap jemaat juga memuji Tuhan. Salomo diurapi sebagai raja dengan korban-korban bagi Tuhan dan pesta makan dan minum bagi umat. Salomo diurapi menjadi raja menggantikan ayahnya.   (1 Taw. 28-29)

Demikianlah kita melihat kerajaan Daud, di mana Daud adalah gambaran Kristus sebagai Raja dan Gembala kita. Kerajaannya menggambarkan Kerajaan Allah. Ada begitu banyak pelajaran bagi kita dalam sejarah ini!

2020-04-22T14:25:48+07:00