Berespons benar terhadap situasi, orang, dan barang yang tidak benar
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar daripada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak.” (Yoh.14:12-13)
Melakukan pekerjaan-pekerjaan besar seperti yang Yesus lakukan dan mengalami Tuhan mengerjakan apa yang kita doakan adalah hasil dari iman percaya kita kepada Dia. Dari iman itu, lahirlah respons yang benar, yaitu respons seperti Yesus. Inilah yang disebut kehidupan yang tepat dan benar. Kita pasti bisa berespons seperti Yesus karena Yesus telah memberikan teladan dari diri-Nya dan Dia siap menolong kita.
Dalam tulisan singkat ini, kita akan belajar tentang sepuluh kebenaran untuk hidup tepat dan benar.
- Alasan kita hidup adalah pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan Allah
Setiap manusia diciptakan dengan suatu alasan, dan ketika kita menemukan alasan mengapa kita hidup, kita akan menjalani kehidupan yang maksimal. Alasan kita hidup adalah pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sejak sebelumnya; untuk di dalam pekerjaan baik itulah Allah mau kita tinggal.
Ef. 2:10: “Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
- Kita telah diberi talenta untuk dipergunakan
Kepada kita masing-masing, Tuhan memberikan talenta sesuai dengan kasih karunia-Nya. Kita harus mempergunakan setiap talenta supaya tidak diambil kembali dari kita.
Mat. 25:28-29: “Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya.”
- Ada tujuan Tuhan yang harus menjadi destinasi hidup kita
Tuhan menciptakan manusia dengan sebuah tujuan. Ketika kita menyadari tujuan Allah menciptakan kita, kita tidak akan asal atau sembarangan dalam menjalani kehidupan ini. Tujuan Tuhan itu akan menjadi destinasi hidup kita.
1 Kor. 9:26: “Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul. Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”
- Hidup tepat dan benar dimulai dari komitmen
Komitmen untuk menjalani hidup dengan tepat dan benar adalah sebuah keputusan yang membawa kita ke arah proses kehidupan yang dijalani dengan tepat dan benar melalui penguasaan diri dalam segala hal.
1 Kor. 9:25: “Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan, menguasai dirinya dalam segala hal. Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana, tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.”
- Kolaborasi dengan saudara seiman melahirkan sinergi yang kuat
Setiap manusia memiliki kekuatan dan dan titik kritis yang berbeda, maka kita harus membangun sinergi yang kuat dengan berkolaborasi dengan saudara seiman lainnya untuk terwujudnya pekerjaan baik.
Ibr. 10:24: “Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.”
- Cara hidup yang benar ditopang dalam komunitas “saling”
Allah menyelamatkan kita oleh kasih karunia melalui iman yang harus dilakukan secara pribadi, tetapi dalam perjalanan hidup kita ditempatkan Tuhan dalam komunitas bersama dengan saudara seiman. Dalam komunitas inilah kita memperaktikkan cara hidup “saling”. Kita tidak bisa hidup independen. Kita harus hidup dalam komunitas saling yang berpusat pada Kristus.
Ibr. 10:25: “Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.”
- Tuntunan Firman adalah standar yang mutlak
Firman Tuhan adalah standar mutlak, kebenaran yang mengatur dan memimpin seluruh hidup kita. Itulah sebabnya segala sesuatu harus berdasarkan pada Firman Tuhan. Dengarkan perkataan-Nya dan ikuti tuntunan-Nya dengan kerelaan penuh agar dapat hidup tepat dan benar.
2 Tim. 3:16: “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.”
- Roh Kudus senantiasa mengajar dan mengingatkan kita
Roh Kudus adalah Pribadi Allah yang berdiam tinggal di dalam diri kita, yang senantiasa menghibur, menolong, mengajar, dan mengingatkan kita. Kita harus peka dengan pimpinan Roh Kudus, karena dari Dialah kita belajar hidup menurut segala sesuatu yang telah dikatakan Tuhan.
Yoh. 14:26: “… tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
- Hati nurani adalah alat evaluasi diri
Hati nurani kita dipakai Tuhan untuk mengingatkan kita tentang Firman Tuhan yang telah kita dengar dan menjagai kita untuk tetap hidup dalam kehendak Tuhan. Hati nuranilah alarm yang menandai segala langkah kita yang berpotensi menyimpang dari standar hidup tepat dan benar menurut Firman.
Mzm. 6:7: “Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.”
- Iman, Kasih, Pengharapan harus diaktifkan selalu
Pada akhirnya, dalam seluruh perjalanan hidup yang makin tepat dan benar menurut tuntunan Firman Tuhan, kita perlu tetap mengaktifkan dan memelihara iman, pengharapan, dan kasih, sampai pada akhirnya kita masing-masing memberi pertanggungjawaban pribadi di hadapan Tuhan pada hari kedatangan-Nya kelak.
1 Kor. 13:13: “Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”
Renungkan dan lakukan kesepuluh kebenaran ini, dan mulailah belajar hidup tepat dan benar.