///10 Kiat Kuat Menghadapi Ekonomi 2023

10 Kiat Kuat Menghadapi Ekonomi 2023

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” – Yesaya 41:10, TB

 

Beberapa bulan ini, kita sangat akrab dengan berita-berita tentang prediksi situasi ekonomi tahun 2023: lesu, suram, dan terpuruk. Berbagai lembaga berskala internasional, termasuk Bank Dunia (World Bank) telah meramalkan bahwa banyak negara di dunia akan masuk ke dalam jurang resesi tahun depan. Tentu, prediksi ini sedikit-banyak akan memengaruhi berbagai aspek perekonomian yang terkait dengan kita, seperti tingkat pengangguran meningkat dan aktivitas ekonomi melambat atau melemah. Namun, kabar baiknya, Indonesia tidak termasuk negara-negara yang divonis terancam mengalami resesi ekonomi pada tahun 2023, meski tetap akan terdampak juga. Salah satu dampak itu diprediksi adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi RI akan melemah tahun depan.

Bagi Anda yang menjadi pengusaha kecil-menengah, semua ini bukanlah prediksi yang menggembirakan. Namun, kita tidak perlu ikut-ikutan lesu, suram, dan terpuruk. Firman Tuhan berkata agar kita jangan takut, dan bahwa Tuhan itu Allah yang akan menolong, memegang, dan membawa kita menuju kemenangan. Untuk mengalaminya, berikut adalah beberapa kiat yang bisa dilakukan agar kita kuat menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu, bahkan cenderung suram:

 

  1. Jangan izinkan rasa cemas berlebihan menguasai pikiran Anda

Pemberitaan media dan konten-konten dari sebagian financial influencer mengenai resesi ekonomi 2023 memang terkesan menakutkan. Padahal di sisi lain, berdasarkan data pertumbuhan ekonomi beberapa kuartal terakhir tahun ini, perekonomian RI justru tumbuh positif selama dua kuartal berturut-turut meski banyak negara lain telah mulai dilanda resesi. Kita perlu menyaring semua kabar dan informasi yang kita dengar; tidak semua berita perlu kita cerna dengan mendetail, terutama jika sumbernya tidak jelas atau tidak tepercaya. Jaga kesehatan pikiran dan emosi Anda agar tidak termakan oleh ketakutan atau tergerus oleh kekhawatiran, yang jika berlebihan sangat mampu mengganggu kesehatan fisik kita pula. Berfokuslah pada kebenaran Firman Tuhan dan janji-Nya bahwa selalu ada penyertaan Dia dalam setiap langkah kita, sekaligus tetaplah mengusahakan yang terbaik dan bijak dalam bisnis Anda.

 

  1. Siapkan dan amankan dana darurat

Cashflow is king. Aliran dana segar adalah kunci. Agar Anda mampu bertahan ketika omzet bisnis menurun atau bisnis terkena musibah, langkah yang paling bijak adalah mempersiapkan dana darurat atau dana cadangan serta menjaganya tetap aman. Setidaknya, persiapkan dana untuk operasional minimal sebesar kebutuhan operasional bisnis selama enam bulan sehingga bisa dipakai untuk menjaga kestabilan aktivitas bisnis dan menggaji karyawan. Ingat, ini adalah dana darurat, yang hanya digunakan untuk kebutuhan dan situasi darurat bisnis Anda.

 

  1. Perkuat fondasi bisnis Anda

Daripada cemas memikirkan berbagai tantangan ekonomi, sebaiknya Anda berfokus untuk memikirkan cara-cara beradaptasi dengan memperbarui berbagai strategi bisnis, strategi penjualan, atau melakukan pengembangan SDM. Benahi berbagai sisi kelemahan bisnis Anda dan pelajari serta terapkan cara-cara berbisnis yang lebih efektif. Ini semua adalah hal-hal fondasi bagi bisnis Anda. Jika fondasi bisnis kuat, tentu aktivitas operasionalnya pun aman dan keuangannya sehat.

 

  1. Lunasi utang jangka panjang

Utang jangka panjang pada umumnya memiliki jenis bunga yang “floating”, yaitu bisa naik dan turun mengikuti tingkat suku bunga pasar. Proyeksi meningkatnya suku bunga saat resesi bisa membuat cicilan yang harus Anda bayar semakin mahal. Utang jangka panjang apa yang Anda miliki? Misalnya, cicilan pembelian bangunan lokasi bisnis, cicilan kendaraan operasional bisnis, atau yang lainnya. Apabila Anda memiliki ketersediaan sumber daya keuangan yang cukup untuk melunasi utang jangka panjang dengan bunga floating, dan kondisi keuangan bisnis Anda masih cukup stabil, ada baiknya lunasi utang jangka panjang itu sekarang juga sebelum tingkat suku bunga semakin meroket. Atau, setidaknya perkecil utang tersebut dengan membayarnya dalam jumlah yang signifikan besar, bukan hanya mencicilnya seperti biasa. Ini berguna agar sisa pokok utang yang ada tidak lagi sebesar sebelumnya, sehingga besaran bunga floating yang perlu Anda bayarkan pun tidak terlalu besar. Di sisi lain, bagi Anda yang utang jangka panjang berbunga tetap, tidak perlu khawatir; tetap alokasikan dana dan bayarkan cicilan seperti biasa saja.

 

  1. Telaah secara berkala tingkat stok barang dagangan

Sebisa mungkin, pertahankan tingkat persediaan/stok agar tetap seminimal mungkin. Selalu pantau permintaan pasar. Apabila permintaan semakin menurun, Anda perlu atur tingkat stok Anda seaman mungkin dalam rangka mencegah timbunan stok “mati”.

 

  1. Tingkatkan daya saing dan nilai jual produk/layanan Anda

Bisnis anda perlu kreatif menciptakan nilai jual yang unggul dan berbeda dari pesaing. Dengan menentukan nilai jual baru atas produk/layanan Anda, bisnis Anda menerapkan strategi saing yang kuat di hadapan pesaing, dan berpotensi lebih unggul untuk merebut perhatian pelanggan. Jangan lupa, meskipun situasi ekonomi tidak stabil akibat resesi dunia, konsumen akan tetap memilih produk yang memiliki nilai lebih tinggi dan layak untuk dipilih.

 

  1. Tingkatkan kualitas pelayanan pelanggan

Kualitas pelayanan yang prima akan menjaga loyalitas pelanggan kepada bisnis Anda. Ajak seluruh tim pekerja untuk memikirkan cara-cara berbeda dalam melayani pelanggan, yang dapat menjadi ciri khas dan keunggulan khusus bisnis Anda. Amati kecenderungan perilaku pelanggan Anda: apakah mereka cenderung kembali menjadi pelanggan bisnis Anda atau hanya mencoba membeli/memesan produk/layanan satu kali lalu tidak kembali lagi? Selalu pantau pula pergerakan bisnis pesaing, khususnya dalam hal perubahan apa saja yang mereka lakukan untuk melayani pelanggan. Segera manfaatkan momentum yang ada untuk menjadi yang terdepan dalam kualitas pelayanan pelanggan, dan modifikasi kualitas pelayanan pelanggan Anda menjadi lebih baik senantiasa.

 

  1. Sederhanakan proses bisnis Anda

Lakukan tinjauan berkala atas berbagai proses bisnis Anda, deteksi berbagai titik dalam proses yang membuat bisnis berjalan lambat, berbelit-belit, atau terhambat birokrasi. Demikian pula, hilangkan proses bisnis yang sudah usang dan tidak perlu dipertahankan.

 

  1. Ciptakan program pemasaran yang inovatif

Dalam situasi tak menentu, inovasi bukan hanya penting; inovasi adalah wajib. Salah satu yang paling berpengaruh adalah inovasi program pemasaran. Ciptakan program pemasaran yang membuat calon pelanggan membeli lebih banyak agar volume penjualan meningkat, meski laba sedikit berkurang, karena secara total hasilnya tetap akan meningkatkan pemasukan bisnis. Contoh lain adalah program pemasaran berbasis momentum yang menarik bagi calon pelanggan, seperti promosi awal tahun, pertengahan tahun, awal masa sekolah, masa libur sekolah, peringatan hari Kemerdekaan, peringatan hari pelanggan nasional, hari belanja online nasional, bulan Ramadan, Idulfitri, Natal, dan akhir tahun. Jika bisnis Anda bergerak di bidang produk/layanan yang terkait erat dengan momentum itu, hal ini menjadi ekstra signifikan. Misalnya, produk-produk perawatan tubuh dan kecantikan dapat dipasarkan besar-besaran dengan program promosi yang menggiurkan pada momentum Hari Ibu, layanan transportasi pada masa mudik Ramadan dan Idulfitri, dan produk-produk keperluan anak pada momentum masa liburan serta awal masa sekolah.

 

  1. Lakukan kolaborasi dengan pelaku bisnis lain

Di era ekonomi yang menantang, kolaborasi menjadi salah satu strategi yang penting dalam upaya bertahan menghadapi tantangan serta mengembangkan bisnis. Menjalin kemitraan dengan pelaku bisnis lain memiliki sejumlah manfaat yang besar, mulai dari memperluas jaringan usaha dan cakupan target pasar, hingga meringankan beban operasional. Contohnya adalah penggunaan dapur bersama untuk aktivitas operasional beberapa pelaku usaha kuliner berbasis pesanan online, seperti yang marak akhir-akhir ini. Selagi manfaat dan nilainya bisa diperhitungkan positif dan minim risiko, tak perlu ragu mengambil langkah kolaborasi semacam ini sebagai strategi bisnis, sejak sebelum berbagai tantangan bisnis terjadi pada tahun 2023.

 

Selamat bertekun mempraktikkan dan tetaplah kuat! Ingat, Tuhan adalah Allah kita, yang membawa kita pada kemenangan!

2022-12-26T16:39:50+07:00