///10 Kiat praktis untuk berjualan di masa sulit

10 Kiat praktis untuk berjualan di masa sulit

 

1. Berfokus pada nilai produk/jasa

Konsumen tidak hanya membeli bentuk fisik dari produk atau jasa, tetapi juga membeli nilainya (value-nya). Nilai ini bisa berupa kualitas produk, pengalaman bertransaksi, program promosi, ketepatan pengiriman yang tepat waktu, sampai keramahan dan kesigapan Anda dalam melayani konsumen. Lakukan evaluasi ulang untuk menemukan apakah nilai produk/jasa Anda masih tetap sama dalam tiga tahun terakhir ini. Jika jawabannya “ya”, Anda harus segera melakukan inovasi. Kumpulkan semua data atau informasi tentang nilai tambah apa saja yang kini menjadi kebutuhan atau tuntutan pasar saat ini, dan segera lakukan perubahan.

 

2. Pemetaan ulang segmentasi dan perilaku konsumen

Komposisi pasar di era sekarang ini jelas tampak berubah, dengan preferensi dan permintaan konsumen yang berubah mengikuti situasi zaman. Dalam kondisi yang semakin menantang ini, para pemasar perlu melakukan pemetaan ulang atas segmentasi, target, dan penempatan pasar. Perusahaan juga perlu mempelajari portfolio produk/jasa yang dijual serta meriset ulang kebiasaan serta perilaku konsumen. Sadarilah, target pasar Anda yang lalu kini telah mengalami perubahan.

 

3. Mempertajam proses penjualan

Perusahaan perlu mengevaluasi strategi penjualan serta efektivitas tim penjualannya dalam menjalankan proses penjualan. Bedah proses penjualan dan temukan metode penjualan yang dipercaya dapat menghasilkan penjualan pada kondisi saat ini, bukan hanya berfokus pada angka hasil penjualan. Berdasarkan temuan itu, latih lebih intensif lagi tim penjualan Anda untuk melakukan strategi baru dalam proses penjualan selanjutnya.

 

4. Mempertahankan kualitas layanan purna jual dan hubungan

Dalam kondisi ekonomi baik, mungkin kita sedikit melupakan aspek customer service, karena permintaan pasar sedemikian tinggi atas produk/jasa yang kita jual. Namun dalam kondisi ekonomi sulit saat pilihan konsumen atas produk/jasa menjadi hal yang sangat mahal dan patut diperjuangkan, kekecewaan dari seorang konsumen saja akan mengakibatkan kerugian yang cukup besar bagi perusahaan. Ingat, transaksi penjualan tidak berakhir saat konsumen melakukan pembayaran. Konsumen yang puas akan melakukan pembelian ulang sehingga perusahaan akan mengeluarkan lebih sedikit biaya untuk mempertahankan existing customer dibandingkan dengan jika harus mencari konsumen yang baru. Namun, sekaranglah saatnya meningkatkan sentuhan pribadi. Perbanyak pertemuan tatap muka dengan konsumen, kirim pesan atau mampirlah untuk menyapa dengan ramah, atau serahkan proposal secara langsung daripada mengirimkannya melalui jasa kurir/pos. Jika ada masalah yang konsumen alami dengan produk/jasa yang telah dibelinya, layani dan atasi masalah itu sebaik-baiknya. Tujuan Anda adalah “menjerat” si konsumen untuk tetap memilih produk/jasa dari perusahaan Anda dan bukan dari pesaing Anda, dengan kualitas layanan purna jual dan jalinan hubungan yang di atas rata-rata.

 

5. Memberi solusi bagi kebutuhan konsumen

Seorang tenaga pemasar memang bekerja untuk menjual produk/jasa yang dihasilkan sebuah perusahaan, maka ia akan mencari segala cara agar bisa menjual dan menghasilkan uang dari produk/jasa itu. Sayangnya, terkadang tenaga pemasar lupa bahwa yang sebenarnya diinginkan dan dibutuhkan konsumen atau calon konsumen adalah solusi bagi masalah yang dihadapi. Faktor lupa ini menyebabkan banyak tenaga pemasar (dan perusahaan) tidak memikirkan apakah produk/jasa yang ditawarkan sudah sesuai (menjadi solusi) bagi masalah yang dihadapi konsumen. Mereka bahkan tidak selalu tahu apakah produk/jasa itulah yang dicari oleh para konsumen untuk mengatasi masalah yang mereka hadapi. Inilah yang terkadang hanya menciptakan durasi waktu presentasi penjualan yang terlalu panjang dan promosi harga yang berlebihan. Cobalah untuk berfokus pada solusi yang bisa diberikan oleh produk/jasa Anda kepada konsumen. Harga bukanlah masalah utamanya. Jika Anda memberikan solusi bagi kebutuhan konsumen, produk/jasa itu akan dibeli. Konsumen mencari kita karena mereka memiliki masalah dan mencari solusi, bukan hanya ingin menghabiskan uang untuk sesuatu yang tidak dibutuhkan.

 

6. Memperluas dan mempermudah akses

Salah satu strategi untuk meningkatkan penjualan di saat krisis adalah dengan mempermudah akses produk pada konsumen. Ini berarti produk/jasa itu semakin mudah didapatkan, konsumen semakin mudah menjangkau kita, dan informasi/respons/jawaban semakin cepat diterima. Semua ini akan menumbuhkan rasa percaya dan kepuasan konsumen. Perluas akses perusahaan Anda dengan menambah jaringan pemasaran, nomor telepon, dan saluran kontak lainnya agar konsumen semakin mudah berhubungan dengan perusahaan Anda.

 

7. Menyatukan persepsi dan memperkuat sinergi

Perbedaan fokus, pandangan, atau persepsi antar tim atau antar bagian dalam suatu perusahaan berpotensi membuat strategi pemasaran dan penjualan menjadi bias. Jika inilah yang terjadi di perusahaan Anda, ajaklah masing-masing bagian yang berbeda ini untuk berdiskusi bersama dan menyatukan persepsi. Peran masing-masing bagian bisa berbeda, tetapi dengan kesatuan persepsi, akan tercipta sinergi. Hasilnya, perusahaan Anda siap menggempur pasar dengan sinergi yang kuat dan strategi penjualan produk/jasa pun menjadi efektif.

 

8. Menerapkan strategi “anti-mainstream”

Taktik dan strategi yang digunakan oleh suatu perusahaan belum tentu sesuai untuk Anda gunakan sendiri. Jangan sekadar menggunakan taktik penjualan yang itu-itu saja hanya karena pernah sukses saat digunakan oleh perusahaan lain. Lakukan sesuatu yang berbeda dan inovatif. Bila perlu, lakukan perubahan secara radikal, misalnya dengan memperkecil volume produk/cakupan jasa (sehingga harganya lebih terjangkau oleh segmen pasar yang lebih luas), atau dengan menjual produk/jasa turunan (seperti Garuda Indonesia yang bersaing di pasar low cost carrier dengan menciptakan Citilink).

 

9. Memperkuat pemasaran digital

Kita semua sekarang hidup di era internet dan teknologi, maka cara kita memasarkan produk/jasa pun harus disesuaikan dengan kemajuan teknologi. Media sosial adalah salah satu alat yang memiliki banyak sekali manfaat dalam menyebarkan brand awareness dan melakukan promosi. Pemasaran melalui media sosial media adalah pemasaran yang relatif murah tetapi sanggup menjangkau pasar yang sangat luas. Pertimbangkan untuk melakukan promosi lewat media sosial, dimulai dari yang murah meriah seperti Facebook dan Instagram sampai membuat website bisnis yang profesional.

 

10. Mempertahankan sikap positif

Perilaku atau sikap yang positif merupakan salah satu senjata penting dalam memasarkan produk/jasa. Bagaimana caranya? Masukkan sebanyak-banyaknya ide bagus di dalam pikiran. Ambil semua hal yang bersifat inspiratif, berikan motivasi positif, dan ciptakan kesenangan. Gunakan semua hal tersebut sebagai pendorong untuk tetap mempertahankan perilaku yang baik dan tetap berfokus pada tujuan. Bangunlah mentalitas positif di seluruh tim penjualan Anda, maka hal ini akan tertular dalam wujud konsumen yang antusias pula dengan produk/jasa Anda.

 

Kondisi perekonomian yang sulit memang sering dijadikan alasan untuk mundur dan menyerah, sehingga justru penjualan kita malah akan semakin merosot. Cara terbaik yang perlu kita lakukan adalah memanfaatkan situasi perekonomian yang sulit sebagai peringatan dan motivasi untuk bekerja dengan lebih keras dan memaksimalkan strategi yang cerdas. Dalam upaya bekerja lebih keras dan lebih cerdas ini, sadarilah pula bahwa kita sedang diajar untuk lebih bergantung kepada Tuhan dan FirmanNya. Abraham pun, orang yang bergelar “bapa orang beriman”, pernah mengalami masa-masa yang sulit. Abraham tetap berjalan bersama Tuhan (Kej. 15:5) sehingga mengerti irama langkah Tuhan. Dengan demikian, Abraham dilatih Tuhan untuk melihat jauh ke depan, bukan pada besarnya masalah. Mari kita melihat pada “bintang-bintang” (perkara-perkara luar biasa yang telah dikerjakan Tuhan, perbuatan dan kebaikan Tuhan, janji-janji Tuhan yang luar biasa), bukan pada “jalan yang terjal”, “tanah yang gersang”, atau “arah yang tidak diketahui”. Inilah yang akan mendorong bisnis kita tetap berkembang dan bahkan menjadi “laris manis”, walaupun melalui masa-masa sulit. Selamat berjuang!

2019-10-17T12:39:05+07:00